Apa itu Barang Work In Process atau WIP

post item 0001

Barang Work In Process – Finishgoodasia.com. Proses bisnis manufaktur merupakan salah satu proses bisnis yang paling rumit diantara banyak model bisnis lainnya. Terutama dalam aspek inventory atau perputaran barang yang ada di dalamnya. Mengapa? Karena di dalam manufaktur, ada banyak sekali perputaran barang yang terjadi. Sejatinya, manufaktur memang tentang pintar-pintarnya manajemen mengatur perputaran barang yang terjadi di perusahaan.

Di dalam manufaktur sendiri, ada berbagai jenis barang yang harus dikelompokkan agar mudah dalam manajemennya. tiga jenis barang yang pasti ada dalam sebuah perusahaan manufaktur adalah: raw material, WIP, dan finished good. 

Dan kali ini, kami akan membahas tentang barang work in process atau WIP.

Apa itu barang work in process atau WIP dan apa fungsinya di dalam proses bisnis manufaktur? Itulah yang akan kita bahas pada artikel ini.

Apa itu Barang Work In Process

WIP dalam bahasa Indonesia sendiri bisa kita bilang sebagai barang setengah jadi. Jadi jika ada barang mentah dan barang jadi, sebelum itu harus ada barang setengah jadinya.

Barang setengah jadi ini adalah barang yang ada dalam proses produksi. Di mana dia sudah tidak bisa dibilang bahan mentah lagi, karena sudah diolah satu atau lebih work center yang ada di perusahaan tersebut.

Misal, dalam pabrik meja barang jadinya adalah meja dan bahan mentahnya adalah kayu batangan. Maka WIP ini adalah kayu yang sudah dipotong, kayu yang sudah dihaluskan, kayu yang sudah dibentuk menjadi meja tapi belum selesai diplitur sehingga belum menjadi produk jadi, dan lain-lain.

Sudah kebayang, bukan?

Baiklah, kami beri contoh lain. Misal dalam pabrik lampu barang jadinya adalah lampu itu sendiri, bahan mentahnya adalah partikel lampu seperti tembaga, kaca, dll. Maka WIPnya adalah tembaga yang sudah dibentuk sesuai bentuk lampu tapi belum disatukan dengan kaca sehingga menjadi lampu, dll.

Kebayang? Semoga kebayang.

Hanya saja, untuk menganggap sebuah barang masuk ke dalam WIP atau tidak, itu menjadi hak prerogatif pabrik. Pabrik kain akan menganggap kain sebagai produk jadi, tapi pabrik garmen akan menganggap kain sebagai WIP atau bahkan bahan mentahnya. Begitupun pabrik tembaga akan menganggap tembaga sebagai barang jadi, tapi pabrik lampu akan menganggapnya sebagai WIP atau bahkan bahan mentahnya.

WIP adalah barang setengah jadi yang sudah melewati satu routing proses produksi, tapi belum benar-benar selesai sehingga bisa dikatakan produk.

Misal untuk memproduksi meja kita harus memotong kayu, membentuk kayu tersebut, merakitnya sehingga berbentuk meja, lalu mewarnainya sehingga indah untuk dijual.

Maka setelah proses dipotong tadi, kayu yang tadinya dianggap sebagai bahan baku, akan berubah menjadi WIP. Begitu seterusnya. Selama kayu belum diwarnai dan layak untuk dijual, maka barang itu akan tetap dianggap sebagai WIP.

Fungsi Barang Work In Process atau WIP

Memangnya mengapa sebuah perusahaan manufaktur harus memiliki kategori barang WIP? Ada beberapa alasan:

  1. Untuk membedakan nilai persediaan di akunting. Barang setengah jadi harus memiliki pos nilai yang disendirikan dan dibedakan dengan barang jadi dan bahan mentah.
  2. Sebagai penanda bahwa barang ini sebenarnya tidak berada di gudang, tapi masih berada di lantai produksi.
  3. Sebagai penanda bahwa barang ini belum boleh dijual, meskipun sudah melewati beberapa proses produksi.

Jadi, sebuah perusahaan manufaktur memang wajib memiliki kategori barang WIP. Karena selisih stok terbesar biasanya terjadi di WIP ini. Mengapa? Karena dalam pengolahan, seringkali kita akan mengalami perbedaan satuan hitung (UoM) dan seringnya perbedaan itu tidak dicatat. Kalau sudah seperti itu, biasanya akan saling menyalahkan, siapa yang seharusnya menanggung beban tersebut.

Tanpa ada data, semua pasti serba bingung dan tidak ada dasarnya, bukan?

Jadi, pertanyaan simpelnya adalah: sudahkah perusahaan anda mencatat persediaan barang WIP?

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *