Beberapa Tipe Quality Control yang lazim di perusahaan

tipe quality control – finishgoodasia.com

Dalam menjalankan sebuah bisnis yang melibatkan inventory atau persediaan melimpah, tentu saja kita diharuskan untuk selalu mengecek kualitas barang yang akan diberikan kepada konsumen. Tapi ternyata, setelah didalami lagi, proses pengecekan kualitas ini tidak simpel, dan jenisnya bisa beberapa macam. Tak percaya? Saya akan coba bahas di sini.

Tipe Quality Control yang Ada di Perusahaan

Quality control atau sering dipanggil dengan QC, adalah sebuah proses yang penting dalam perusahaan. Industri makanan sudah pasti mewajibkan prosedur QC yang gila-gilaan ketatnya. Industri kosmetik, sama saja, standar QCnya sangat penting, sehingga departemennya pun khusus dan diperlakukan istimewa oleh perusahaan. Apakah itu saja? ternyata tidak, industri lain seperti kayu, alat-alat transportasi, bahkan elektronik pun menancapkan standat qc yang tinggi.

Karena memang seperti yang saya bahas di awal, jenis QC lebih dari satu. Jadi, mari kita coba bahas satu-satu yap.

Incoming QC Material

seperti terlihat dari namanya, kita bisa mengetahui bahwa proses qc yang dilakukan di sini adalah proses pengecekan kualitas untuk bahan baku. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahan baku yang dibeli oleh perusahaan sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Apabila terjadi ketidak sesuaian (NC), maka perusahaan bisa membebankannya pada vendor. Bisa dengan cara ganti barang, atau retur dan uangnya dikembalikan.

Pada jenis QC ini, karena masih di pangkal proses, solusinya masih cukup simpel. Dan dari sini sudah kelihatan pentingnya proses ini, bukan?

QC Process

Seperti terlihat dari namanya, tipe quality control ini bukanlah melihat pada barangnya, tapi pada prosesnya. Misalnya, apakah proses produksi pada satu work center sudah sesuai dengan SOP yang berlaku? QC ini tidak melulu dilakukan oleh departemen QC atau produksi, tapi bisa juga dilakukan oleh internal audit, bahkan eksternal audit perusahaan.

Intinya adalah, kualitas proses produksi yang dilakukan sesuai dengan SOP akan menunjang barang jadi yang dihasilkan oleh perusahaan pula.

Kurang lebih seperti itu sih logikanya.

Finishing QC

Kita merasa sudah aman ketika proses pangkal dan tengah sudah dipastikan kualitasnya. Begitu ya? Yakin??

Sama seperti proses kontrol kualitas di dunia aplikasi, kontrol tidak berhenti di proses produksi. Saat aplikasi akan dideploy, environmentnya mungkin berbeda dengan yang ada di proses produksi. Dan begitupula pada proses produksi di dunia manufaktur.

Proses produksi mungkin saja sudah benar, bahan yang dihasilkan setelah jadi mungkin juga sudah dinyatakan oke. Tapi jika kita berhenti di sana, bom waktu muncul saat itu.

Sebelum dikirim, barang harus dicek lagi. Quality kontrol untuk finished goods.

Kenapa? Simpel saja, setelah barang selesai diproduksi, belum tentu dia langsung dikirim. Besar kemungkinan dia tetap melalui proses penyimpanan, dan saat disimpan, ada potensi deviasi kualitas yang terjadi.

Simpel saja, misalkan kita menyimpan es krim di meja makan, selisih sehari saja es krim tersebut sudah tidak layak makan kan yak?

Yap. Kurang lebih seperti itu sih, yang dapat saya share soal Tipe Quality Control yang ada di perusahaan. Mungkin ada tipe yang lain lagi, dan rekan-rekan berminat membaginya di kolom komentar?

Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa bahagia!

Facebook Comments

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk konsultasi, undangan acara, atau sekedar ngobrol soal bisnis, kirim saja ke surelnya: ian@runsystem.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *