Benarkah Software ERP Bisa Menambah Profit

Software ERP Menambah Profit – Finishgoodasia.com

ERP atau Enterprise Resource Planning memiliki harga yang super mahal. Tapi yang mengherankan, software ini dicari-cari oleh hampir seluruh perusahaan besar di dunia. Bahkan, kadang ada yang menganggap perusahaan belum modern kalau belum menggunakan ERP. Bahkan, beberapa perusahaan rela menambah timnya untuk memuluskan proses implementasi ERP ini. Kenapa sampai segitunya?

Apakah sekedar karena ingin memastikan perusahaannya sudah modern menggunakan system yang terintegrasi ke seluruh proses? Apakah ingin terlihat keren saat melakukan approval jarak jauh? Tentu saja tidak bukan. ERP bukan soal canggih-canggihan. Yang namanya bisnis, aspek utama yang dilihat selalu adalah financialnya. Selalu kembali pada keuangan. Selalu kembali pada permasalahan: saya invenstasi sekian, kira-kira kapan uang ini akan balik?

Atau dalam kalimat yang sederhana, ERP ini bisa nambahin profit saya berapa?

Sebenarnya itulah inti masalahnya.

Dan melihat animo kebutuhan ERP yang luar biasa di lansekap bisnis Indonesia saat ini, bisa kita simpulkan bahwa ERP memang dianggap bisa memberikan profit tambahan bagi perusahaan. Pertanyaannya: benarkah ERP menambah profit?

Jawabannya tentu saja adalah iya.

Namun muncul pertanyaan berikutnya: Bagaimana software ERP menambah profit perusahaan?

Oke, mari kita bahas hal tersebut.

Cara menambah profit selalu tidak lepas dari dua hal: menambah penjualan dan mengurangi biaya.

Misal data sebelumnya adalah:

a. penjualan atau pendapatannya 100

b. Biayanya 70

c. Maka profitnya adalah 100-70 = 30

Nah, jika ingin menaikkan 30 itu, maka yang harus dilakukan adalah: (1) menambah pendapatan jadi 110 atau (2) mengurangi biaya jadi 60 misalnya. Maka secara otomatis pasti profitnya bertambah bukan?

Yap, jadi diantara dua point tadi, di point apakah ERP bermain? Apakah ERP menambah penjualan? Atau mengurangi biaya?

Beberapa aplikasi Enterprise Resource Planning, mungkin saja bisa menambah pendapatan, tapiiii yang paling umum terjadi pada proses setelah implementasi ERP adalah: biayanya berkurang.

Kenapa biaya bisa berkurang? Ada beberapa alasan sih, di sini saya menyebutkan garis besarnya saja.

1. Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat

Data yang terintegrasi menyebabkan laporan yang didapat pun menjadi real time dan semakin cepat diakses. Akibatnya, pemegang keputusan pun memiliki dasar yang jelas sebelum membuat keputusan besar bagi perusahaan. Efeknya dengan dasar yang jelas, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat. Efeknya, bisa sangat terasa baik untuk penetrasi pasar ataupun menghemat biaya

2. Self Control

Bayangkan seluruh kepala departemen perusahaan anda dapat melihat biaya yang sudah dia habiskan dalam waktu yang cepat dan bahkan real time. Apa efeknya? Ya karena semua biaya bisa dikontrol oleh diri sendiri, maka penggunaan biaya pun akan dapat dikontrol secara mandiri dan efeknya perusahaan pun akan lebih hemat secara keseluruhan. Tak percaya? Coba saja.

3. System Control

Selain dikontrol oleh diri sendiri, karena System ERP juga memiliki validasi-validasi di setiap transaksi bisnisnya, akan memungkinkan biaya juga dikontrol oleh system. Meskipun pada bagian ini, proses implementasi non teknisnya yang akan sangat besar, karena seakan-akan mengubah budaya bertahun-tahun yang sudah ada. Tapi bukankah esensi dari implementasi ERP adalah change management?

Yap, kurang lebih itulah sedikit sharing saya soal software ERP menambah profit. Semoga dapat bermanfaat.

Facebook Comments

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk konsultasi, undangan acara, atau sekedar ngobrol soal bisnis, kirim saja ke surelnya: ian@runsystem.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.