Bagaimana Cara Opname Aset Dengan Sederhana

Bagaimana Cara Opname Aset dengan Sederhana – Finishgoodasia.com. 

post item 0002

Dalam sebuah perusahaan manufaktur, penghitungan harta adalah sebuah kegiatan yang paling melelahkan, baik secara fisik dan mental. Mengapa? Karena saat proses opname, kegiatan bisnis kita seringnya harus berhenti. Selain itu, dalam konteks lelah secara mental, seringnya kita akan menyadari, banyak aset secara fisik yang tidak ada, jika dibandingkan dengan nilai harta yang tercatat di laporan keuangan kita. Pusing? Pasti pusing.

Tapi, sialnya, proses opname aset adalah proses yang sangat penting. It’s time to wake up, bagi saya itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan proses opname aset.

Lalu bagaimana cara mudah melakukan opname aset?

Sebelum jauh-jauh ke sana, saya akan coba menjelaskan berbagai macam jenis aset yang dikelompokkan dalam pencatatan akuntansi.

Di dalam keuangan, ada 2 jenis besar aset yang dapat kita akui: Aktiva lancar dan Aktiva tetap.

Aktiva lancar ini dibagi ke dalam beberapa jenis lagi. Ada Kas, Bank, Piutang penjualan, Uang Muka Pembelian, Persediaan, dan aktiva lancar lainnya, misalnya surat-surat, Giro, dan sebagainya.

Setelah itu, ada lagi aktiva tetap. Nah, aktiva tetap ini biasanya berupa aset, yang ciri-ciri mudahnya adalah, pembiayaannya tidak habis dalam satu tahun, tapi harus disusutkan secara perlahan. Selain aset, di aktiva tetap juga ada construction in progress.Construction in Progress ini adalah pencatatan biaya untuk barang-barang yang akan menjadi aset, tapi belum bisa digunakan secara operasional, sehingga tidak bisa didepresiasikan.

Nah, dari berbagai macam aktiva itu, biasanya yang sulit tapi harus dilakukan opnamenya adalah opname untuk kas, persediaan, dan aset.

Lalu bagaimana cara melakukan opname untuk ketiga akun tersebut? Mari kita mulai membicarakannya.

Opname Aset Kas

Melakukan opname aset kas bisa dibilang yang paling mudah, mengingat tidak perlu ada bermacam-macam step. Apa yang kita hitung, sudah langsung diketahui harganya. Yaiyalah, kan yang kita hitung memang uang. Tapi jangan lupa, uang di perusahaan manufaktur, perputarannya bisa sangat cepat.

Karena itulah, untuk opname aset kas, memang sebaiknya dilakukan setiap hari. Agar apa? Agar selisihnya dapat terus dilacak setiap hari. Harapannya, tidak pernah ada selisih kas sih.

Opname Aset Persediaan

Opname persediaan adalah proses yang cukup menjengkelkan, selain karena seringnya barangnya tersebar di berbagai tempat dan gudang, juga karena pada persediaan kita tidak langsung tahu nilainya. Jadi begini kira-kira alurnya:

Siapkan daftar barang yang kita catat, cukup daftar namanya saja. Jika memang mau lengkap, sertakan juga per-batchnya. (Batch untuk FIFO, nama barang saja untuk average, silahkan dipilih).

Setelah itu, lakukan cek fisik secara menyeluruh ke semua barang kita. Ada baiknya, selama masa opname aset persediaan ini, kita menghentikan layanan di gudang, pastikan tidak ada proses keluar masuk barang selama opname dilakukan.

Jika sudah, catat apa adanya, jangan pedulikan catatan seharusnya.

Setelah semua barang secara fisik dicatat, baru bandingkan dengan data persediaan. Cek ada selisih atau tidak. Jika ada selisih, usahakan untuk cari sampai ketemu. Apabila masih tidak ketemu juga, laporkan hal tersebut pada kehilangan barang atau kelebihan barang.

Berikan data tersebut kepada tim akunting. Biarkan mereka mengolahnya untuk mengkonversikan harga selisih barang tersebut.

Setelah itu, menjadi tugas akunting untuk memposkan selisih persediaan barang itu pada cost center siapa. Akibatnya, tentu saja proses ini akan mempengaruhi rugi/laba perusahaan pada periode tersebut.

Opname Aset Tetap

Untuk opname aset tetap, yang perlu dipersiapkan adalah mental. Karena potensi kehilangan bisa bermilyar-milyar di sini. Selain itu, pastikan kita mempersiapkan daftar aset dan lokasinya di mana.

Mengapa lokasi juga harus dicatat? Karena hal itu akan berpengaruh pada mau ditaruh di mana biaya yang disebabkan oleh aset tersebut. Lebih jauh akan kita bahas di artikel yang lain.

Bagaimana jika aset ternyata selisih, apa yang harus dilakukan secara akuntansi? Sekali lagi, untuk hal tersebut akan saya bahas di artikel yang lain, karena cukup panjang.

Yap, kurang lebih itulah beberapa cara mudah melakukan opname aset yang dapat saya bagikan untuk kawan-kawan semua.

Selamat bermalam minggu, jangan lupa bermain aman. 🙂

 

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *