Faktur Tidak Sesuai Tagihan Gara-gara Penerimaan Barang Tidak Sesuai PO, Apa yang Harus Kita Lakukan

Faktur Tidak Sesuai Tagihan Gara-gara Penerimaan Barang Tidak Sesuai PO, Apa yang harus kita lakukan – Finishgoodasia.com

POST FINANCE 0005

Dalam dunia bisnis, terutama industri manufaktur, pembelian barang-barang yang luar biasa banyak baik quantity maupun volumenya tentu menimbulkan banyak cerita yang menarik. Berbagai skenario yang unik dan mungkin tidak terpikirkan sebelumnya bisa terjadi. Entah itu dalam bisnis proses Procurement, Sales, Inventory, Produksi, atau yang lainnya.

Selalu ada yang unik. Selalu ada yang khas.

Untungnya (atau justru sialnya) dalam aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur sebenarnya sudah diatur dan diawasi oleh Dinas Pajak. Sehingga meskipun banyak cerita yang unik dan menarik, pada akhirnya tetap ada peraturan yang mencoba membatasi berbagai kisah yang tak tentu itu.

Nah, salah satunya, dalam artikel saya kali ini, akan menceritakan tentang masalah yang seringkali dialami oleh perusahaan saat membeli atau menjual barang. Yap, sudut pandangnya bisa dua, kita sebagai pembeli atau kita sebagai penjual.

Masalah yang cukup umum namun menyebalkan itu adalah: Faktur tidak sesuai tagihan gara-gara penerimaan barang tidak sesuai PO.

Maksudnya? Saya akan coba ceritakan ilustrasi supaya lebih bisa terbayang.

Misal Pembeli mengeluarkan Purchase Order sebanyak 45 kg, dengan harga per kilo adalah 1000, sehingga total harga adalah 45.000 rupiah. Artinya, PPN-nya adalah 4.500. Sampai sini jelas ya?

Kemudian ternyata saat barang datang dari penjual, pembeli hanya menerima 44 kg saja. Pembeli nego dengan penjual, akhirnya deal, yang dicatat terjual hanya 44 kg saja. Artinya tagihan adalah untuk 44 kg, yaitu 44.000.

Nah, tapi ternyata si penjual sudah terlanjur membuat nomor faktur untuk penjualan ini sebanyak 45 kg. Dan kita tidak bisa mengganti DPP (dasar pengenaan pajak) maupun PPN ketika faktur sudah dibuat bukan?

Artinya, meskipun tagihan adalah 44.000 rupiah, tapi faktur yang tertulis adalah 45.000 rupiah dengan PPN adalah 4.500 rupiah.

Ya, itulah masalahnya. Faktur pajaknya tidak sesuai dengan tagihan yang diberikan.

Sampai sini ada dua kemungkinan yang mungkin diambil oleh perusahaan: Tagihan dan fakturnya dibenarkan dulu, entah bagaimana caranya atau dibiarkan beda, tapi pajak yang dibayarkan sesuai faktur. Mana yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan? Akan saya sambung ke artikel selanjutnya.

Simak serial tulisan Faktur tidak sesuai tagihan gara-gara penerimaan tidak sesuai PO:

Resiko pembayaran Pajak sesuai dengan faktur yang tidak sesuai tagihan

Perlakuan untuk Faktur yang tidak sesuai dengan tagihan gara-gara penerimaan tidak sesuai PO

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *