International Trade Logistic: Yang Sebaiknya Anda Ketahui Tentang FOB, CNF, dan CIF

POST SCM 0007

Bisnis perdagangan internasional adalah bisnis yang besar. Transaksi yang ada di dalamnya, bisa memberikan pengaruh dalam catatan devisa negara. Tentu saja, proses pelaksanaan dan aturan yang ada di dalamnya pun tidak main-main. Itulah kenapa, penting bagi importir dan eksportir untuk mengetahui apa saja metode pembayaran pengiriman yang sering ada di Indonesia. Untuk itulah, artikel ini akan membahas mengenai pengertian FOB, CNF, dan CIF.

Dalam proses perdagangan internasional, tidak dapat dipungkiri, ada banyak sekali pihak yang terlibat. Eksportir dan importir, yang sudah pasti merupakan perusahaan besar di masing-masing negara. Selain itu, ada pihak Bea Cukai, Bank, Pelabuhan, Forwarder (kadang-kadang), dan masih banyak lagi kalau kita memasukkan institusi yang memiliki hak sertifikasi terhadap barang yang akan dikirim. Proses ekspor-impor itu melelahkan. Itulah sebabnya biasanya perusahaan memilih ekspor dan impor setiap dua bulan sekali, karena prosesnya yang ribet.

Jika dulu saya sudah pernah menceritakan tentang sistem pembayaran Letter Of Credit atau L/C yang sering digunakan oleh perusahaan untuk membayar, sekarang saya akan menceritakan sedikit tentang aturan main pembebanan biaya pengiriman dalam international trade logistic. Saya akan menceritakan sedikit tentang FOB, CNF, dan CIF.

Apa itu FOB?

FOB merupakan singkatan dari Free On Board, atau sering juga orang sebut dengan Freight On Board. Tenang, tidak perlu panik, kedua nama itu tidak ada bedanya. Jadi jangan berdebat dengan teman hanya gara-gara singkatan itu ya, hehe. (pengalaman pribadi)

Nah, maksud dari FOB sendiri adalah bahwa eksportir (penjual) hanya memiliki kewajiban untuk membayar biaya pengiriman barang sampai pada port atau pelabuhan terdekat dari gudangnya. Artinya, saat barang sudah berada di atas kapal, biayanya ditanggung oleh importir (penjual). Cukup jelas bukan?

Apa itu CNF?

CNF atau sering juga disebut dengan C&F atau sering juga disebut dengan CFR merupakan kependekan dari Cost And Freight. Artinya apa? Artinya, biaya perjalanan barang di atas kapal sampai di port atau pelabuhan terdekat si importir sudah ditanggung oleh Eksportir. Hanya saja, yang ditanggung di sini adalah biaya perjalanan barang sampai di pelabuhan saja. Begitu sampai di pelabuhan terdekat importir, akan ada biaya tambahan lain seperti asuransi terhadap barang, pajak, dan biaya-biaya lain yang mungkin harus ditanggung oleh importir untuk dapat mengeluarkan barangnya dari pelabuhan sampai gudang.

Terus, ada nggak yang biaya asuransinya ditanggung oleh eksportir? Tentu saja ada. Untuk itulah, ada sistem CIF.

Apa itu CIF?

CIF merupakan kependekan dari Cost, Insurance, and Freight. Seperti terlihat dari namanya, CIF sifatnya sama persis dengan CNF di atas, hanya saja ditambahi biaya asuransi yang sudah ditanggung oleh eksportir.

Menarik bukan? Mari kita simak ilustrasinya.

Ilustrasi FOB, CNF, dan CIF.

Perusahaan A menjual Bahan Kimia kepada Perusahaan B seharga 500 dollar perkilonya dengan klausul FOB. Artinya, perusahaan B memang hanya membeli seharga 500 dollar (dikali total kilo atau ton yang dibeli), tapi biaya transport di atas lautnya menjadi tanggung jawab perusahaan B. Ada kemungkinan perusahaan mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk benar-benar mendapatkan barang pesanannnya.

Perusahaan A menjual Bahan Kimia kepada Perusahaan B seharga 750 dollar perkilonya dengan klausul CNF. Artinya, perusahaan B memang membeli dengan harga yang lebih mahal dibanding contoh pertama tadi. Tapi biaya di atas laut sudah ditanggung oleh perusahaan A, sehingga bisa saja, total uang keluarnya bisa lebih sedikit. Tapi tetap saja perusahaan B harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar biaya asuransi dan tetek bengek lainnya.

Perusahaan A menjual Bahan Kimia kepada Perusahaan B seharga 1000 dollar perkilonya dengan klausul CIF. Artinya, perusahaan B membeli dengan harga yang lebih mahal lagi, tapi bisa saja jatuhnya uang yang keluar sama atau bahkan lebih sedikit dibanding dua contoh yang sebelumnya. Kenapa? Karena biaya asuransi sudah ditanggung oleh Perusahaan A.

Apakah pada contoh ketiga, perusahaan B sudah mengetahui pengeluaran bersihnya hanya dari pricelist perusahaan A? Ternyata tidak. Masih ada potensi uang keluar yang mungkin keluar untuk perusahaan B. Hal itu dikarenakan ada biaya tetek bengek lainnya yang sering muncul setiap kali kita mengurus dokumen impor.

Lalu, adakah cara untuk menekan biaya tidak penting pada ekspor dan impor? Ada. Di seluruh dunia ada. Kita bisa menggunakan jasa forwarder untuk membantu kita mengurus dokumen pajak (tax), bea cukai (custom), dan lain-lainnya.

Kapan-kapan akan saya bahas tentang forwarder dan dokumen tetek-bengek di dalam impor dan eskpor itu.

Sekarang, mari kita review lagi, apa itu FOB, CNF, dan CIF:

  1. FOB: Eksportir hanya menanggung biaya pengiriman ke pelabuhan negara asal (pelabuhan terdekat eksportir)
  2. CNF: Eskportir menanggung biaya pengiriman sampai ke pelabuhan negara tujuan (pelabuhan terdekat importir) tapi tidak termasuk biaya isuransi.
  3. CIF: Eksportir menanggung biaya pengiriman sampai ke pelabuhan negara tujuan termasuk biaya asuransinya.

Jadi, sudah cukup jelas, bukan? Jika ada yang masih ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menuliskannya di comment box.

Terima kasih!

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

32 thoughts on “International Trade Logistic: Yang Sebaiknya Anda Ketahui Tentang FOB, CNF, dan CIF

    1. Pada prinsipnya, FOB dan CIF digunakan tergantung pada masing-masing negosiasi antara perusahaan pembeli dan penjual. Hanya saja, bagi penjual, biasanya efek dari CIF adalah harga barangnya menjadi lebih mahal demi kepentingan cashflow.

      1. gan mau tanya kalo cif berarti barang tersebut sudah sampai di tempat pengiriman gudang pembeli tidak ada lagi biaya customs bea cukai dan tetek bengek , apakah bener?

          1. Saya pikir cif itu belum termasuk dengan tarif bea masuk.
            Karena dasar pengenaan perpajakan untuk PPN dan PPn BM DPPnya adalah Nilai impor dimana nilai import itu adalah CIF+Tarif bea masuk+other expense

          2. Saya pikir CIF itu belum termasuk dengan tarif bea masuk.
            Karena dasar pengenaan perpajakan untuk PPN dan PPn BM DPPnya adalah Nilai impor dimana nilai import itu adalah CIF+Tarif bea masuk+other expense menurut pemahaman saya.

  1. mantap artikelnya, terima kasih.
    Biaya FOB, CNF dan CIF sudah jelas angkanya. Selalu saja biaya yang tidak jelas adalah biaya tetek bengek, biaya inilah yang menjadi momok bagi setiap pelaku usaha ekspor impor.

  2. halo saya berencana mensupply batu bara ke salah satu PLTU swasta di indonesia, sistem kontrak kami FOB tongkang. jd PLTU sbg buyer, menjemput barang di jetty yg telah kami tentukan. dan pada saat ttd kontrak, buyer DP10%, tongkang sandar 80% dan BL/Manifest sucofindo keluar sisa 10% cair. bgm menurut bapak? terima kasih

    1. Sejauh yang terlihat dari rencana bapak, sepertinya sudah cukup menjanjikan. Hanya saja, kalau kami boleh kasih saran, pastikan kekuatan modal kerja Bapak dapat memenuhi kriteria yang ditentukan, mengingat cashflownya sangat rendah. Semoga sukses selalu. 🙂

      1. Kalau pake cif apakah biaya asuransi dan transprt barang smp port terdekat saja, biaya ppn ,tax dll siimportir yang menanggubg bgtu ya pak, mhn jawabannya. Trmksh

    1. seharusnya sih iya bu. Tapi supaya lebih simpel lagi, Ibu Imel bisa menggunakan jasa forwarder yang sudah memiliki sertifikasi untuk kegiatan exim.

    1. wa’alaykum salam mas agung.

      Untuk handle import secara langsung jujur saya belum memiliki sertifikasi yang diperlukan mas. Yang saya lakukan selama ini cuma membantu pencatatan proses import dari perusahaan klien.

      terima kasih. 🙂

  3. Artikel ini sangat membantu bagi yang ingin belajar beli barang import ,
    Jika saya berencana beli barang di AliExpress , klausul apakah yang diterapkan AliExpress ( FOB / CNF / CIF .? )

  4. Kepada Yth,Bapak/Ibu
    Pimpinan Import,Purchasing

    Dengan Hormat,
    Perkenalkan kami dari PT.NAUFAL LINDO ASIA, Jasa Pengurusan Customs Clearance untuk barang- barang import baik Door to Door maupun Resmi/legal serta peminjaman Perusahaan/Under Name ke Indonesia.
    Kami dapat menghadle semua jenis import komodity dengan air freight atau sea freight ke Indonesia.
    Kami juga bisa mengerjakan sistim Borongan (All-In) barang-barang yang berupa :Mesin Baru/Bekas, Pompa, Besi/Baja, Pipa, Kertas, Alkes, Spare Part, Genset, Elektronics, Garment & Textile dan barang lainnya

    Rutin schedule Import consolidator Door to Door kami sebagai berikut :
    By Air Freight / Sea freight

     Singapore to Indonesia
     China to Indonesia
     Asia to Indonesia
     Taiwan to Indonesia
     Malaysia to Indonesia
     Eropa to Indonesia

    Rate yang kami tawarkan sudah termasuk ex-works rate dari origin, Freight Charges air / sea, Pajak dan bea masuk
    Di Indonesia, Sea port / air port charges di Indonesia serta delivery charges to Door penerima.

    Apabila Bapak/Ibu ada keluhan dalam kegiatan import baik yang sudah terlanjur kirim maupun belum,kami bisa menbantu dengan sepenuh nya.

    Untuk sementara yang bisa kami tawarkan penawaran resmi,sedangkan harga Door to Door baru bisa kami berikan setelah ada permintaan atau adanya data-data barang

    Demikianlah penawaran ini kami ajukan semoga dapat terjalin kerjasama yang baik kami ucapkan. Terima Kasih

    ADITIA

    PT.NAUFAL LINDO ASIA
    Gedung PembinaGraha Lt,3 Room 304
    Jl.DI Panjaitan NO 45 Jakarta Timur 13350 Indonesia
    Telp : 6221-85910156 Hunting-021-21011425
    Fax :6221-21381949
    Mobile : 0812 8490 8681
    Email :aditia@naufallindoasia.com
    Web :www.naufallindoasia.com

    1. Setau saya, MOQ adalah Minimum Order Quantity atau jumlah minimum yang harus dipenuhi agar pengiriman antar negara dapat dilakukan. Saya kurang tahu, apakah quantity di sini satuan hitungnya berdasarkan jumlah pieces, berat, atau volume. Monggo jika ada yang bisa memberi pencerahan lebih tepat. Terima kasih Pak K. Harun. 🙂

  5. Saya kutip dari informasi diatas :

    Nah, maksud dari FOB sendiri adalah bahwa eksportir (penjual) hanya memiliki kewajiban untuk membayar biaya pengiriman barang sampai pada port atau pelabuhan terdekat dari gudangnya. Artinya, saat barang sudah berada di atas kapal, biayanya ditanggung oleh importir (penjual). Cukup jelas bukan?

    Pertanyaannya sesungguhnya yg penjual itu importir atau exportir? Atau ada salah pengetikan atau copas atau bgmn?

    Terima kasih

  6. Pak agfian, saya masih gelap dlam dunia importir brng tapi ada rencana ingin pesen mesin injeksi plastik yang 120 ton, tpi pihak eksportinya hanya mnanggung smpai FOB saja, apakah barangnya sudah termasuk dikirim ke indonesia? Atau masih di tahan pihak bea cukai china?…mohon penjelasanya jg pak?..

  7. Halo pak, misalkan pembeli mau export dr jakarta ke singapore sistem CIF, apa itu termasuk handling di singapore atau hanya sampai pelabuhan saja? Dan selanjutnya pembeli yang akan mengurus handling/local charge di singapore sendiri?

  8. Hi kak, saya ingin bertanya soal pengiriman lewat udara dan laut, semisal saya mau import dengan kuantitas banyak yang pastinya beratnya juga besar jadi sebaiknya memilih yang mana agar lebih murah? Btw ada persyaratan umur kah jika ingin melakukan exim ? Terima kasih 🙂

  9. Hai Pak ..untuk FOB , biaya customs clearance , trucking , BL dan loading container di tanggung importir .
    Note : ini untuk FOB ( Sin – JKT )

  10. Saya forwarder di jakarta ingin bekerjasama dengan importir di seluruh indonesia, saya siap membantu pengiriman bpk/ibu baik itu CIF, dan FOB.. Silahkan contak saya HP/WA 085281305155.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *