Fungsi HRD untuk Kontrol Penempatan Karyawan

post hrd 0001

Semua orang tahu bahwa fungsi HRD adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Setidaknya, hal itu sudah terlihat jelas dari namanya: Human Resource Development. Tapi dalam menjalankan fungsinya itu, tentu kita tahu bahwa ada banyak sekali tugas yang harus diemban oleh HRD. Sialnya, kebanyakan HRD di perusahaan Indonesia berfokus pada dua hal saja pada pemeliharaan karyawan: membayar gaji dan menjatuhkan SP (Surat Peringatan) kepada karyawan. Benar atau benar?

Sialnya, tugas HRD sejatinya tidak hanya berkutat pada dua hal itu saja. Ada banyak tugas lain yang harus diemban oleh HRD terhadap karyawan yang sudah ada di perusahaan, salah satunya adalah memastikan bahwa karyawan menjalankan tugasnya dengan baik. Dan untuk memastikan hal tersebut, mau tak mau HRD harus mengetahui keberadaan karyawan itu (saat ini di departemen mana) dan melihat apakah karyawan tersebut memang cocok untuk bekerja di departemen itu.

Ya, HRD harus tahu kapabilitas dan kompetensi dari karyawan tersebut, untuk kemudian menempatkannya pada departemen yang memang membutuhkan kemampuan dari karyawan tersebut. Untuk itu, memang idealnya pabrik menggunakan sistem “lempar ke HRD” untuk membuat kontrol dari HRD terhadap penempatan karyawan ini menjadi mungkin.

Perusahaan tentu tidak ingin departemen produksi diisi oleh seorang ahli keuangan yang handal dalam menghitung pajak dan mengatur hutang tapi tidak mengerti mesin sama sekali, atau sebaliknya, departemen keuangan diisi oleh seorang anak muda yang tangkas dalam mengoperasikan mesin produksi dan tidak bisa membedakan Pajak Penghasilan dan Pajak Pendapatan.

Untuk mencegah itulah, sistem “lempar ke HRD” sebaiknya dilakukan oleh perusahaan.

Apa itu sistem “lempar ke HRD”? Sebenarnya itu adalah sistem karangan saya yang saya lihat dari beberapa klien perusahaan saya. Jadi, dalam sistem itu, yang berhak untuk menempatkan karyawan adalah HRD. Departemen bisa meminta, tapi HRD yang memutuskan. Lalu, untuk karyawan yang terbuang, akan diambil alih oleh HRD untuk kemudian dianalisa akan ditempatkan di mana. Jika ternyata tidak ada  yang cocok, biasanya dia akan menjadi  tanggung jawab HRD.

Jadi, dalam sistem ini, bisa dibilang HRD adalah satu-satunya pintu di mana karyawan bisa keluar masuk antar departemen. Kepala Departemen tidak bisa seenaknya mengganti karyawannya tanpa sepengetahuan HRD. Dengan begitu, sistem pencatatan karyawan bisa terkontrol dengan baik. Secara kasar, HRD menjadi semacam warehouse atau gudang untuk para karyawan, hingga akhirnya dia ditempatkan di mana.

Hal itu terkesan merepotkan bagi departemen, karena prosedurnya menjadi lebih lama. Tapi sebenarnya, jika dilihat dari sisi yang lain, departemen justru diuntungkan dengan sistem ini. Ketika departemen merasa ada karyawan yang tidak berkontribusi terhadap proses bisnisnya, departemen tidak perlu pusing memikirkan nasib karyawan tersebut. Lempar saja karyawan itu pada HRD, dan biarkan HRD yang pusing memikirkannya. Dengan begitu, beban kerja dari kepala Departemen akan berkurang. Kurang lebih seperti itu. Akhirnya, manajer purchasing bisa fokus pada proses bisnisnya dan tidak perlu terlalu pusing memikirkan nasib karyawan yang dia anggap tidak cocok bekerja di purchasing. Begitu juga manajer marketing tidak perlu repot-repot bingung karyawannya yang tidak paham menyusun Ring Area dengan benar akan diapakan. Serahkan saja semua ke HRD. Beres.

Logikanya, departemen HRD diisi oleh orang-orang yang paham tentang hukum kontrak, kondisi psikologi karyawan, dan background dari karyawan tersebut, sehingga bisa memberikan keputusan terhadap karyawan dengan pandangan yang lebih holistik. Lebih menyeluruh. Bukan sekedar pendapat pribadi dari bos yang merasa tingkah laku karyawan tersebut menyebalkan dan sebagainya.

 

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

2 thoughts on “Fungsi HRD untuk Kontrol Penempatan Karyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *