Hot News: Bagaimana Kabar Pencairan THR Karyawan Manufaktur

post news 0001

THR karyawan manufaktur merupakan sebuah cerita menarik yang harus diikuti. Bagaimana tidak? Selain karena banyaknya manfaat yang didapatkan karyawan karena mendapatkan THR ini , THR karyawan manufaktur juga menjadi ujian tersendiri untuk manufaktur. Mengapa? Karena banyak perusahaan lengah mengatur cashflow pada saat momen lebaran seperti ini. Akibat yang sering muncul gara-gara THR adalah perusahaan terpaksa harus mengeluarkan kredit kepada Bank. Padahal, yang namanya kredit Bank itu tidak pernah memberikan keuntungan pada perusahaan. Yaa, ada sih sedikit, tapi lebih banyak lubangnya daripada empuknya. Hehe. (baca juga: perbedaan karyawan harian dan karyawan borongan)

Dan berikut adalah berita yang kami dapatkan tentang kondisi pencairan THR karyawan manufaktur di sejumlah pabrik di Jawa Barat. Seperti apa?

BANDUNG,(FGA).-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Ferry Sofwan menggelar sidak THR ke salah satu manufaktur garmen di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu 29 Juni 2016. Dalam sidak tersebut, tidak ditemukan pelanggaran. Wagub justru memberi apresiasi terhadap manufaktur tersebut yang malah membayar THR para peker‎ja yang pada bulan ini habis masa kontraknya.

Sidak digelar terkait ketentuan Permen Naker no 6/2016 tentang THR yang menyatakan pembayaran THR maksimal dibayar H-7. “THR sudah turun sejak 24 Juni kemarin di sini, ikuti permen naker, bahkan yang menggembirakan, karyawan yang berakhir sebelum lebaran dikasih juga THR karena kebijakan manufaktur. Ini gembira,” ujar Deddy usai sidak.

Menurut dia, apa yang telah dilakukan manufaktur tersebut perlu ditiru dan menjadi contoh baik.

Sementara itu, Ferry mengatakan, selain manufaktur tersebut, pihaknya juga akan mengecek tiga manufaktur di Kota Cimahi yaitu manufaktur farmasi, pengecoran, dan garmen. “Kami sengaja lakukan sidak berdasarkan diskusi dengan pimpinan, H-7 harus ada pemantauan, bisa saja karyawan tidak mengadu, dengan demikian, kami mengecek perusahaan, manajemen dan karyawannya, apa benar pembayaran THR sudah dilakukan,”ucap dia.

Harapan THR dibagikan sebelum H-7 agar karyawan bisa mempergunakannya untuk memenuhi kebutuhan hari raya. “Nah yang berikutnya, bagian penting kita bersama, melalui sidak bisa langsung ngecek kapan dibayarkan. Ternyata di sini dibayarkan tanggal 24 juni lalu, 5 hari lalu. Jadi hari libur bisa belanja,”ujar dia.

Ferry menambahkan, selain provinsi, petugas di kota kabupaten yang mencapai 200 orang pun ikut melakukan sidak secara serentak pada hari ini.***

 

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *