Jumlah Pabrik Tembakau Menurun, Produksi Tetap Meningkat

post news 0001

Industri tembakau yang sekarang ini menjadi salah satu industri manufaktur terbesar di Indonesia, tahun ini mengalami sekali lagi turbulensi. Kemunculan berbagai faktor x yang ada, telah membuat industri ini mengalami sedikit goncangan.  Berita ini akan membahas tentang apa yang terjadi pada pabrik tembakau akhir-akhir ini.

Seperti diberitakan oleh bisnis.com, saat ini sedang terjadi penurunan pada pabrik tembakau dalam ukuran kuantitas. Dalam workshop Tembakau Dalam Kendali Cukai, yang diadakan oleh Bisnis Indonesia Learning Center (Bilec) dan Center For Health Economic and Policy Study School of Public Health Universitas Indonesia (CHEPS) pada senin, 12 Oktober 2015 itu, Nasruddin Djoko Surono mengemukakan bahwa jumlah pabrik tembakau di Indonesia sudah menurun. “Bahkan, pada tahun 2007-2008, jumlah pabrik merosot hingga 1.400-an pabrik,” ungkapnya.

Nasruddin yang juga merupakan Kepala Bidang Kepabeanan Cukai Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pun menuturkan, bahwa perizinan yang semakin ketat dan biaya cukai menjadi salah satu faktor penentu penurunan jumlah pabrik ini. Peningkatan tarif cukai memang menjadi salah satu isu penting bagi pengusaha tembakau di Indonesia.

Meskipun jumlah pabrik sudah menurun, tetap saja kapasitas produksi tembakau tetap meningkat dalam rentang waktu 2007-2013. Satu-satunya penurunan jumlah produksi terjadi di tahun 2013 ke 2014. Pada periode itu, jumlah batang yang diproduksi hanya 344,52 milyar. Turun 0,4 persen dari tahun sebelumnya, yaitu 345,89 milyar.

Menarik untuk melihat apakah kondisi industri tembakau akan meningkat atau menurun pada tahun-tahun berikutnya.

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20151012/257/481309/tarif-cukai-kian-meningkat-jumlah-pabrik-hasil-tembakau-di-indonesia-menurun

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *