Memahami Konsep Diskon Bertingkat Dan Fungsinya Untuk Perusahaan Principal

post scm 0006

Diskon dan pengaturan harga memiliki peran penting. Terutama jika anda menjalankan perusahaan prinsipal yang harus memperhatikan satisfication level dari distributor anda agar tetap nyaman berpartner dengan perusahaan anda. Diskon bertingkat yang sejatinya hanyalah permainan harga sederhana, bisa berubah menjadi kartu penting yang harus dimainkan. Artikel ini akan membantu anda memahami konsep dari diskon bertingkat dan fungsinya untuk perusahaan principal.

Seperti kita tahu, bagi perusahaan manufaktur, pasti sulit sekali untuk mendistribusikan semua barang yang diproduksinya dan memastikan barang itu sampai pada end user dengan utuh dan tepat waktu. Apalagi jika barang yang kita jual bersifat retail dan membutuhkan kuantitas customer yang banyak agar penjualan bisa berubah menjadi keuntungan yang diinginkan. Proses produksi yang sudah ribet, akan semakin ribet jika kita harus memikirkan cara pengelolaan pasar yang terus berubah. Untuk itulah, perusahaan manufaktur atau produsen membutuhkan peran distributor.

Hanya saja, pengelolaan terhadap distributor ini pun tidak boleh main-main. Jangan lupakan fakta bahwa Distributor adalah sebuah badan usaha juga, tidak beda dengan perusahaan anda. Sebagai badan usaha, sudah pasti distributor memiliki kebutuhan untuk mencari untung. Pada titik inilah, diskon bertingkat akan memainkan perannya.

Pasalnya, selain penempatan ring area yang tepat dan adil, pemberian harga yang pas juga dibutuhkan untuk menjaga kepuasan dan kepentingan dari distributor. Untuk memberikan harga yang pas, maka diskon bertingkat adalah jawabannya.

Bagaimana konsep dari diskon bertingkat sendiri? Sebenarnya cukup simpel. Kita pastikan harga yang kita patok di awal. Di situ, harga akan menjadi patokan harga akhir yang sampai di konsumen. Setelah itu, kita berikan diskon sesuai dengan tingkatan dari distributor itu. Jika distributor itu adalah distributor tingkat 1, maka diskonnya menjadi diskon terbesar. Pada tingkat 2, diskon akan diambil dari nominal setelah diskon di tingkat 1, begitu seterusnya. Jadi, semakin banyak pemain yang ada pada rantai distributor, akan semakin kecil pula diskon yang diperolehnya. Tapi kecilnya diskon itu akan rata dan sesuai dengan pembagian keuntungan yang adil (menurut perhitungan perusahaan anda tentunya). Akibatnya, perusahaan principal anda akan dapat menjaga hubungan yang baik, jelas, dan fair dengan pihak distributor.

Ilustrasi singkatnya seperti ini: harga satuan produk A adalah Rp.5.000,- Lalu anda memiliki seorang distributor yang hanya berdiri pada satu tingkat (dari distributor itu langsung ke konsumen anda), lalu anda memberi diskon tingkat 1 sebesar 10%, maka harga produk A untuk distributor 1 anda adalah Rp.4.500,-

Pada kasus yang lain, harga satuan produk A adalah Rp.5.000,- Lalu anda memiliki distributor yang terdiri dari 3 tingkat (Perusahaan anda – distributor 2 – distributor 3 – distributor 4 – konsumen). Pada kondisi seperti ini, perusahaan anda memiliki 3 kepentingan: (1) menjaga harga produk anda di pasaran agar tetap dapat diterima konsumen, (2) menjaga hubungan yang baik dengan distributor, dan (3) mempertahankan margin keuntungan anda. Untuk itu anda harus menggunakan konsep diskon bertingkat untuk distributor anda. Misal tingkat 1 (mendekati konsumen) adalah 10% dan untuk tingkat selanjutnya tetap 10%. Maka harga yang anda berikan adalah Rp.4.500,- untuk distributor 4, Rp.4.050,- untuk distributor 3, dan Rp.3.645,- untuk distributor 2. Dengan penetapan harga yang fair di depan seperti itu, anda akan dapat menjaga margin dari masing-masing distributor (yang membuat mereka puas bekerja sama dengan anda) sekaligus menjaga harga produk anda di pasaran.

Tentu saja, konsekuensi dari semakin banyak level distributor yang bermain adalah membuat margin anda semakin kecil. Untuk itulah harus ada keputusan bisnis yang harus anda ambil (jika anda adalah bagian dari management atau orang sales) adalah memutuskan berapa level distributor paling banyak yang disediakan perusahaan dan berapa diskon yang akan diberikan kepada masing-masing level.

Tentu saja, keputusan berapa dalam level distributor harus melihat kondisi di lapangan, seberapa mudah produk anda terserap oleh pasar. Karena seperti saya sampaikan di awal tadi, terkadang kemampuan menjual produk tidak dimiliki oleh perusahaan manufaktur, tapi oleh distributor itu sendiri.

Itulah tadi sedikit konsep mengenai diskon bertingkat. Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, sampaikan saja melalui comment box. Terima kasih.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

One thought on “Memahami Konsep Diskon Bertingkat Dan Fungsinya Untuk Perusahaan Principal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *