Mengapa Biaya Aset Harus Disusutkan?

post finance 0004

mengapa biaya aset harus disusutkan – Finish Good Asia Aset perusahaan merupakan salah satu harta perusahaan yang bisa sangat mempengaruhi neraca keuangan. Aset sendiri, dikategorikan sebagai item special yang ada di perusahaan, di mana pembebanan biayanya pun unik dibandingkan barang yang dianggap bukan aset. Jika barang-barang yang bukan aset akan langsung dibiayakan seluruh nilainya saat barang itu digunakan, maka aset berbeda. Pembebanan biaya untuk aset harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa dalam satu waktu. Atau, dalam bahasa accounting kita akan menyebutnya: penyusutan atau depresiasi nilai.

Lalu pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa biaya aset harus disusutkan? Mengapa nilai beban aset tidak boleh dibiayakan di satu waktu yang sama?

Artikel ini akan mencoba menjawabnya.

Pada artikel kami yang terdahulu, sahabat pasti pernah memahami, syarat sebuah barang bisa dikatakan aset itu seperti apa. (baca: sekilas tentang aset)

Jika sudah memahami bagaimana membedakan barang yang dikatakan aset dengan barang yang dikatakan persediaan, maka alasan dan jawaban dari pertanyaan di atas seharusnya sudah tidak terlalu sulit untuk ditebak. Bukan begitu, sobat?

Seperti kita pahami, aset merupakan barang di perusahaan yang bernilai tinggi dan memiliki waktu umur pakai yang terbilang lama, lebih dari satu tahun. Jadi, ketika kita memanfaatkan aset, maka fungsi dari aset itu tidak seketika hilang begitu saja.

Hari ini kita menggunakan mobil. Besok kita masih bisa menggunakan mobil itu. Tahun depan mungkin kita masih bisa menggunakan mobil itu.

Kebayang bukan?

Berkenaan dengan fungsinya yang tak lekang oleh waktu itu, tentu saja untuk membuat pembiayaannya menjadi fair, kita harus menyusutkannya secara perlahan dalam waktu yang berkala dengan pasti.

Sekarang bayangkan jika perlakuan aset dibuat sama dengan barang-barang fast moving pada umumnya. Lalu nanti siapa yang kena biaya pemakaiannya? Apakah departemen terakhir yang menggunakannya? Hal itu jelas-jelas tidak fair.

Lebih lanjut, mari kita kupas, bagaimana efeknya terhadap perusahaan apabila biaya aset tidak disusutkan, tapi langsung dibiayakan semua?

Jangan lupa bahwa aset akan menjadi harta perusahaan, sekaligus menjadi biaya penyusutan. Semakin besar biaya penyusutan, maka semakin mengurangi margin rugi laba secara akuntansi yang dilaporkan ke… ya ke orang pajak.

Gimana? Sudah mulai kebayang?

Ya, jika kita membiayakan langsung biaya aset dalam satu waktu yang bersamaan, sudah pasti akan membuat neraca kita menjadi rugi, dan hal itu membuat besarnya pajak yang harus kita keluarkan menjadi lebih sedikit. Kalau sudah seperti itu, siapa yang akan protes?

Ya, mungkin sobat sudah bisa mengira-ngira sekarang, mengapa biaya aset harus disusutkan..

 

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *