Mengapa Biaya Implementasi ERP di Pabrik Bisa Mahal?

post erp 0001

Ada banyak misteri di dunia ini, tapi mahalnya biaya implementasi erp bukanlah salah satunya.

Ya, semua orang yang sudah lama berkecimpung di dunia manufaktur pasti sepakat, bahwa biaya implementasi erp di pabrik sangatlah mahal. Sekali lagi, bukan sekedar mahal, ,tapi sangat mahal.

Bahkan, seringkali biaya yang dikeluarkan sebuah perusahaan manufaktur untuk menjalankan software ERP justru lebih mahal di bagian implementasinya dibandingkan dengan harga software itu sendiri.

Pertanyaan yang seharusnya muncul adalah, kok bisa?

Ada beberapa faktor yang membuat biaya implementasi menjadi sangat mahal, di sini, saya coba merangkumnya untuk anda.

A. Implementasi adalah proses paling susah dari penggunaan software ERP

Tahukah anda bahwa di dunia ini banyak sekali bertebaran software ERP gratis yang bisa langsung diunduh kapan saja?

Tapi kenapa ERP yang harganya mahal masih digunakan? Bahkan perusahaan yang melayani jasanya terus bertambah dan berkembang. Mengapa?

Karena walaupun software bisa didapatkan secara gratis, tapi implementasi systemnya merupakan bagian yang paling tricky. Itulah kenapa perusahaan manufaktur yang berpikir jauh ke depan, pasti akan rela membayar harga yang mahal untuk implementasi. (baca: 5 Masalah Yang Sering Muncul Dalam Implementasi Inventory System Menggunakan Software ERP)

Bayangkan, dalam proses implementasi, kita akan berhadapan dengan penyesuaian proses bisnis (business process) perusahaan dengan fitur yang ada di software ERP. Setelah itu, ada juga benturan-benturan dengan pihak-pihak yang tidak senang dengan keberadaan sistem baru. Pengubahan kultur perusahaan (salah satu contohnya menjadi paperless) juga pasti menjadi fase berat yang harus dilalui perusahaan.

Saat masa-masa kritis transisi itu terjadi, perusahaan pasti butuh keberadaan implementer yang siap membantu dan membimbing manajemen untuk mendapatkan solusi.

Itulah alasannya dalam proses implementasi selalu terdiri dari 3 bagian jabatan: implementer, project consultant, dan project manager.

Biayanya memang mahal, tapi risk assessment-nya sebanding.

B. Terlalu banyak custom atau permintaan khusus dari pelanggan

Tahukah anda bahwa custom adalah kata yang paling disukai implementer?

Ya, setiap kali perusahaan ingin mengajukan custom agar software disesuaikan dengan kondisi perusahaan, maka saat itu pula, biaya tambahan akan masuk. Dan mau tidak mau, itu akan membuat cost structure yang dibuat untuk proyek implementasi ERP menjadi membengkak.

C. Proses implementasi biasanya tidak menggunakan jasa software house langsung, melainkan dilakukan oleh business partner yang fokus pada implementasi.

Saat ini, perusahaan ERP yang masuk dalam tier 1 Internasional seperti SAP, Oracle, dan Microsoft Dynamic sudah memiliki ribuan business partner yang siap membantu menjualkan dan mengimplementasikan software ERP di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Saya rasa dari fakta itu, kita sudah bisa menebak mengapa biaya implementasi ERP bisa menjadi mahal bukan?

Ya, itulah tadi sedikit sharing yang bisa saya berikan untuk anda. Tentu saja, mungkin ada alasan lain yang belum sempat saya sebutkan. Bantu saya, oke? Tambahkan alasan-alasan yang menurut anda kurang di kolom komentar.

Terima kasih.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *