Mengenal Bill Of Material dalam Proses Produksi Manufaktur

POST PRODUKSI 004

Mengenal Bill Of Material – Finishgoodasia.com. Bill Of Material adalah sebuah komponen penting dalam proses produksi yang ada di dalam manufaktur. Meskipun tidak mempengaruhi secara langsung proses produksi di atas lantai produksi pabrik, tapi tanpa menggunakan konsep bill of material ini, biasanya perusahaan akan kesulitan melacak randomance dan seberapa efektif proses qc yang ada di perusahaan sendiri. Karena itulah, tidak ada salahnya manajer PPIC dan Produksi mulai mempelajari tentang bill of material ini.

Seperti kita ketahui, proses produksi merupakan proses yang paling unik dalam industri manufaktur. Ketika jenis usaha lain biasanya tidak mengenal proses bisnis ini, di dalam perusahaan manufaktur, proses produksi ini justru merupakan proses bisnis kunci yang harus dikuasai oleh seorang top level manajemen, demi menjaga kehidupan perusahaannya.

Nah, saat membicarakan proses unik dalam produksi, bill of material memegang peranan penting yang diam-diam sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Oleh karena itulah, penting rasanya untuk memahami bill of material dan mengaplikasikannya dalam proses produksi perusahaan, terutama oleh PPIC.

Karena itulah, artikel ini akan mencoba mengajak anda untuk mengenal bill of material hingga kemudian mengukurnya secara jelas, apakah mungkin diaplikasikan di perusahaan anda atau tidak.

Mengenal Bill Of Material dalam Proses Produksi Perusahaan Manufaktur

Bill of Material sering juga dianggap sebagai formula dari sebuah produk. Bagaimana maksudnya?

Maksudnya adalah, bill of material ini memuat rumus produksi bahan baku perusahaan secara matematis. Artinya, hitungan berapa persen barang jadi yang dihasilkan dalam work center ada di dalam proses ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat ilustrasi di bawah:

Untuk menghasilkan satu bungkus makanan ringan (berat bersihnya 100gram misalnya) maka dibutuhkan beberapa bahan sebagai berikut:

  • 110 gram bahan baku A
  • 10 gram bahan penolong B
  • 5 gram bahan penolong C
  • dan 13.5 gram bahan penolong D

Itulah yang menjadi rumus hitungan matematis atau yang kita sebut sebagai bill of material itu tadi. dari 110 gram bahan baku A menjadi 100 gram barang jadi, artinya memang ada toleransi waste sebanyak 9 koma sekian persen. Artinya, mengandalkan pedoman teori bill of material tersebut, presentase waste dari proses produksi seharusnya ditargetkan tidak lebih dari 13% dengan asumsi ada toleransi sebanyak 2%. Tapi jika PPIC merasa percaya diri dengan kondisi work center yang ada di perusahaan, maka boleh saja bahwa besaran sisa hasil olahan tidak boleh lebih dari 10%.

Terbayang bukan? Dengan adanya rumusan di bill of material ini, maka manajemen akan memiliki dasar untuk memberi target efisiensi atau randomance bagi departemen produksi dalam mengolah bahan baku.

Pertanyaannya, bagaimana jika proses produksi terus-terus tidak bisa mengejar perhitungan matematis yang ada pada BOM? Berarti ada yang harus diperbaiki di perusahaan, meskipun tidak selalu orang produksi yang salah.

Bisa saja karena kondisi bahan baku yang dibeli memang kualitasnya tidak bagus (kesalahan ada pada orang purchasing), atau karena deadline yang terlalu tidak mungkin dikejar (kesalahan ada pada orang sales dan marketing), kondisi mesin yang tidak pernah ideal untuk digunakan orang produksi (kesalahan ada pada orang maintenance), atau memang rumusan yang ada pada BOM sudah kacau (artinya orang PPIC yang harus mengevaluasi hasil kerjanya), dan banyak alasan lainnya.

Yang jelas, dengan adanya Bill Of Material ini, akan sangat membantu pihak produksi dalam mengukur kualitas pekerjaannya selama ini. Bukan melulu melalui terawangan sejenak para petinggi perusahaan tanpa adanya patokan yang jelas.

Bukankah setiap langkah yang ingin anda lakukan di perusahaan besar anda harus melalui dukungan data yang jelas dari lapangan?

Itulah tadi sedikit informasi untuk mengenal Bill Of Material yang semoga dapat membantu anda. Jika ada yang masih kurang jelas, silahkan tanyakan di kolom komentar. Selamat menuju hari senin!

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *