Mengenal Routing Produksi yang Sangat Bermanfaat Bagi PPIC

routing produksiMengenal Routing Produksi – Finishgoodasia.com. Proses manufakturing yang tentu saja memiliki banyak kompleksitas yang tidak bisa disangka-sangka, seringkali membuat kita sakit kepala. Proses produksi yang keterlaluan banyaknya dengan berbagai macam variasinya, seringkali membuat kepala berputar lebih cepat dari biasanya. Karena itulah, saat kita memproduksi barang atau item di pabrik, sangat disarankan untuk merencanakan dengan matang.

Perencanaan yang matang dalam proses produksi sendiri, hanya bisa dilakukan ketika sistem sudah terjalin dengan rapi. Ketika sistem sudah direncanakan dengan matang, besar kemungkinan perencanaan yang dijalankan oleh PPIC akan bisa berjalan dengan lebih menjanjikan.

Untuk itulah, dibutuhkan berbagai macam pengelompokkan seperti work center, bill of material, kapasitas produksi, item WIP, dan berbagai komponen produksi lainnya. Dengan pengelompokkan yang jelas, alur produksi akan bisa digambarkan dengan lebih jelas. Akibatnya, membuat flow diagram yang rapi bukan lagi sebuah impian.

Oke, kita sudah pernah membicarakan berbagai komponen produksi seperti yang disebutkan di atas pada artikel yang lain. Lalu kalau misal kita sudah mengelompokkan berbagai komponen produksi dengan rinci, apa yang harus dilakukan oleh PPIC dan atau departemen yang berhubungan dengan produk?

Ya, kita harus merangkainya dalam satu rangkaian yang matang. Kita harus menyusunnya dengan alur yang jelas, namun tetap bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan yang kadang tidak bersahabat, atau dengan kondisi variasi produk yang kadang bisa full custom. 

Lalu, apa istilah yang sering digunakan dalam produksi untuk rangkaian komponen produksi itu? Routing Produksi. Ya, Routing produksi adalah istilah urutan (sequence) setiap proses produksi yang akan sangat bisa membantu PPIC dalam merencanakan proses produksi sebuah item.

Routing produksi mengatur alur yang dibutuhkan oleh sebuah bahan baku dari vendor, hingga bisa sampai menjadi produk siap jual yang bisa segera diantarkan ke konsumen. Seperti apa prosesnya, dari satu work center ke work center lainnya, bagaimana jika sebuah work center sedang downtime dan tidak bisa digunakan, serta produk jadi apa yang disasar dari seluruh rangkaian itu, semuanya diatur dalam routing produksi.

Menggambarkan routing produksi akan membantu PPIC dalam melihat gambaran utuh sebuah proses produksi. Akibatnya, ketika manajer atau operasional PPIC melihat gambaran utuh dari semua proses produksi, akan membuat root cause analysis menjadi lebih mudah dilakukan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, pelacakan barang cacat/banci akan lebih mudah dilakukan ketika kita dapat mengetahui alur yang dialami oleh satu barang itu. Kita dapat melacak kemungkinan cacat produksi / defect dari masing-masing alur, sehingga solusi dari masalah akan lebih mudah untuk ditemukan.

Jadi, saran kami adalah, segera pastikan PPIC perusahaan anda memahami alur produksi atau routingsi yang ada pada proses manufakturing perusahaan. Jika mereka sudah memahami routingnya, maka anda akan bisa menuntut mereka untuk memahami dan mengontrol jalannya proses produksi yang ada pada perusahaan.

Lain waktu akan kami coba berikan contoh alur produksi yang bisa digunakan sebagai acuan dasar.

Selamat mencoba!

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *