Mengenal Vendor atau Supplier dalam Dunia Manufaktur

post scm 0001

Vendor atau supplier. Seringkali kita mendengar kata vendor disebut dalam berbagai artikel tentang bisnis, termasuk manufaktur. Hanya saja, sering mendengar bukan berarti kita benar-benar memahami apa yang dimaksud vendor itu sebenarnya. Karena itulah, artikel ini akan membahas tentang vendor secara umum dan apa saja fungsinya dalam dunia manufaktur.

Pengertian Vendor

Seperti kita ketahui bersama, vendor adalah istilah yang lazim digunakan dalam berbagai perbincangan mengenai bisnis. Ternyata, dari segi bahasa, Vendor terbilang sangat sederhana: penjual. Ya, definisi vendor menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penjual. Sesederhana itu.

Sialnya, dalam proses bisnis, istilah penjual saja tidaklah cukup. Karena seperti kita tahu, manufaktur adalah bisnisnya para penjual. Semua perusahaan pastilah penjual. Sehingga jika kita mencukupkan pembahasan mengenai vendor pada definisi sebagai pihak yang menjual, akan sangat kurang sekali pemahaman yang kita dapatkan.

Untuk memperdalam pemahaman kita mengenai kata vendor ini, marilah kita menilik kepada fungsinya di dalam dunia manufaktur.

Fungsi Vendor dalam dunia manufaktur

Sebelum membahas mengenai fungsi vendor, ada baiknya kita memahami bisnis manufaktur secara sederhana terlebih dahulu. Bisnis manufaktur adalah bisnis membuat/memproduksi barang mentah yang dibeli oleh perusahaan untuk menjadikannya barang jadi yang berharga lebih tinggi. Artinya, setiap bisnis manufaktur pasti memiliki proses membeli (procurement) hingga kemudian menjualnya (sales dan marketing).

Melihat alur proses dalam bisnis manufaktur di atas, dapat kita tarik kesimpulan sederhana, bahwa fungsi vendor terletak pada proses bisnis procurement/purchasing/pengadaan dalam pabrik. Saat perusahaan melakukan pembelian item, entah itu adalah bahan baku (raw material), bahan penolong, sparepart, atau bahkan barang setengah jadi (Work In Process/WIP), vendor adalah istilah yang sering digunakan.

Sebenarnya, selain kata vendor, istilah yang sering digunakan adalah supplier.

Jadi vendor dibutuhkan perusahaan saat akan mencari barang-barang yang tidak diproduksi pabrik, dan dibutuhkan untuk melakukan proses produksi. Sekali lagi, barang yang dibeli dari vendor bisa berupa bahan baku, bahan penolong, sparepart, dan bahkan barang setengah jadi.

Biasanya, masing-masing perusahaan akan menjadi vendor atau supplierĀ untuk perusahaan lainnya. Kemudian perusahaan yang membeli itu akan memproduksi barang, yang barang jadinya (finish good) dibutuhkan oleh perusahaan lain, sehingga dia menjadi vendor dari perusahaan tersebut. Begitu terus perputaran uang terjadi. Bahkan, tak jarang satu perusahaan menjadi vendor sekaligus konsumen untuk perusahaan lainnya.

Karena, seperti kita tahu, aktivitas utama dari sebuah perusahaan adalah menjual dan membeli bukan?

Itulah sedikit gambaran umum mengenai pengertian vendor atau supplier. Semoga bermanfaat.

Facebook Comments