Mana Yang Lebih Penting, Omzet, Profit, atau Cashflow?

Omzet, Profit, atau Cashflow

Ketika, kita membicarakan sebuah perusahaan, apapun proses bisnisnya, baik jasa, trading, ataupun manufaktur, pasti kita akan menyasar pada satu kerucut yang sama, apa yang perusahaan itu kejar?

Dalam dunia bisnis sederhana, akan selalu ada perdebatan, mana yang paling penting, omzet, profit atau cashflow? Karena memang, ketiganya merupakan entitas yang esensial dalam sebuah perusahaan. Karenanya, mari kita membahas ketiga hal tersebut.

Tulisan ini membahas pengertian dari omzet, pengertian profit, dan terakhir cashflow. Meskipun hanya akan dibahas secara singkat, karena pembahasan tentang ketiganya akan kami bahas dalam masing-masing artikel yang terpisah. Karena inti dari tulisan ini pada dasarnya hanya untuk menjawab satu pertanyaan penting: mana yang paling penting diantara ketiganya?

Omzet, profit, atau cashflow: apa itu omzet?

Omzet pada dasarnya adalah total uang yang masuk di perusahaan secara kotor. Ketika kita membicarakan omzet, kita hanya membicarakan hasil penjualan (entah yang sudah dibayar, atau yang masih berupa piutang, dan bahkan utang yang belum diinvoice). Kita belum membicarakan berapa biaya yang harus ditanggung perusahaan untuk menghasilkan penjualan senilai itu.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, omzet adalah nilai uang yang berputar di perusahaan.

Omzet, profit, atau cashflow: apa itu profit?

Setelah kita memahami sedikit konsep soal omzet, sekarang kita membahas tentang profit. Dalam profit, kita sudah membicarakan pendapatan bersih dari perusahaan. Jumlah omzet atau total penjualan tadi, sudah dikurangi dengan berbagai biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan pemasukan yang ada di omzet. Jadi, ketika kita membahas profit, sudah ada laba atau keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan secara bersih atau mungkin belum dikurangi oleh pajak.

Dalam dunia manufaktur, kita sudah membicarakan HPP dalam produk, dan dalam kalender fiskal satu tahun, kita sudah membicarakan biaya yang lain. Dalam akuntingnya, profit akan kita dapatkan dari pengurangan angka akun kepala 4 terhadap angka akun kepala 5 dalam dunia akuntansi standar tentunya.

Jadi, secara singkat, omzet belum membicarakan laba atau rugi. Sedangkan profit sudah membicarakan laba atau ruginya.

Omzet, profit, atau cashflow: apa itu cashflow

Jika profit dan omzet menghitung semua transaksi yang terjadi, baik yang masih berupa piutang atau yang sudah menjadi benar-benar uang masuk, maka cashflow sebaliknya. Dalam cashflow, kita memperhitungkan berapa uang yang benar-benar masuk dan keluar di perusahaan. Meskipun sebuah perusahaan mengklaim profitnya 500 juta dalam satu tahun, tapi cashflow hanya akan mencatat dari 500 juta itu mana yang benar-benar sudah berhasil dicollect oleh perusahaan sehingga benar-benar menjadi uang segar yang siap untuk diputar.

Jadi, omzet belum membicarakan laba atau rugi. Profit sudah membicarakan laba atau rugi. Dan cashflow membicarakan dari laba atau rugi, mana yang benar-benar sudah masuk ke rekening perusahaan.

Sekarang, mari kita menjawab pertanyaan sulitnya.

Omzet, profit, atau cashflow: mana yang lebih penting.

Di dalam praktik dunia bisnis, sering sekali perusahaan mengejar omzet dan seringnya memang omzet yang dipublikasikan oleh perusahaan itu ke publik. Sedang profit tidak selalu diberitakan. Cashflow? Hampir tidak ada yang memberitakannya. Setahu saya sih bahkan tidak ada.

Lalu sekali lagi, mana yang lebih penting?

Sebenarnya mana yang lebih penting tidak bisa dinilai dalam satu sudut pandang. Ketika kita membicarakan bisnis fast moving yang mana barang jualan kita sangat cepat kadaluarsa atau expired, tentu saja perputaran inventory menjadi yang paling penting. Untuk itu, omzet menjadi lebih penting untuk dikejar ketimbang profit atau cashflow. Prinsipnya sederhana, daripada finished goods tidak bisa dijual, mending segera diputar. Urusan rugi atau tidak itu urusan belakangan. Karena, kalau tidak segera dijual potensi ruginya perusahaan akan lebih besar.

Tapi bagaimana untuk perusahaan yang produknya sebenarnya tidak memiliki tenggat waktu yang ketat? Maka pada hakekatnya, profit jauh lebih penting daripada omzet. Omzet yang besar karena digenjot oleh penjualan sales yang gila-gilaan demi mendapatkan bonus besar, seringnya berujung pada diskon yang tidak terkontrol. Kalau sudah seperti itu, margin menjadi sangat mepet, dan akibatnya?

Penjualannya besar, tapi setelah dihitung, keuntungan sebenarnya sangat sedikit atau malah rugi.

Tapi apakah profit di atas kertas sudah cukup? Tentu tidak.

Jangan lupa, laporan laba yang besar bagi perusahaan tidak selalu berujung manis untuk perusahaan. Semakin besar laba, maka semakin besar pula pajak yang harus dibayar. Tapi bagi perusahaan Tbk. yang sudah memiliki banyak pemegang saham, semakin besar laba, semakin besar pula dividennya, sehingga pemegang saham pasti senang jika laporan laba perusahaan tinggi.

Tapi bagaimana dengan perusahaan keluarga atau perusahaan terbatas yang sahamnya dimiliki oleh beberapa orang dalam satu kelompok? Biasanya, perusahaan jenis ini akan lebih mementingkan cashflow dibandingkan dengan laporan laba.

Mengapa? Karena percuma laporan laba di atas kertas tinggi tapi tidak memiliki uang yang benar-benar bisa digunakan, bukan?

Profit memang besar, 5 milyar dalam sebulan. Tapi semuanya piutang dan bayarnya masih 30 hari lagi. Kan tidak enak. Sementara perusahaan sudah segera membutuhkan uang untuk modal kerja (beli bahan baku, bayar berbagai macam biaya, dll). Kalau sudah begitu, nanti pasti owner yang harus menyuntikkan modal baru lagi untuk perusahaan, bukan? Dan perusahaan tertutup pasti tidak senang.

Bahkan, pada hakekatnya, perusahaan Tbk. pun pasti akan lebih senang apabila cashflow tidak terlalu jauh dengan laporan laba. Semakin cepat collection semakin cepat pula uang bisa diputar.

Yap, itulah tadi sekilas pendapat saya tentang omzet, profit, dan cashflow. Ada pendapat lain? Silahkan komen di kolom komentar!

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *