Para Fresh Graduate, Baca Ini Sebelum Melamar Pekerjaan

POST HRD 0003

Bagi para mahasiswa, momen kelulusan adalah salah satu momen penting dalam hidup. Dengan lulus, berarti kunci untuk menuju masa depan yang lebih baik semakin terbuka lebar. Kelulusan akan membuka peluang menuju tahap kehidupan selanjutnya: bekerja. Tak jarang, para lulusan baru atau fresh graduate pun akan memikirkan matang-matang tentang pekerjaannya. Apa yang akan dilakukan untuk mencari uang. Berapa yang ingin dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Hal itu tentu akan menjadi dasar pertimbangan dalam mencari. Tapi hati-hati, meskipun fresh graduate banyak dicari, bukan berarti lantas bisa seenaknya dalam melamar pekerjaan. Salah strategi dalam mencari kerja saat masih berstatus fresh graduate bisa berakibat fatal. Artikel ini akan coba memandu anda –para fresh graduate– agar tidak salah langkah dalam melamar pekerjaan.

Ada berbagai macam strategi yang bisa dilakukan oleh para fresh graduate dalam melamar pekerjaan. Ada yang mengirimkan CV dan surat lamaran kerjanya ke semua lowongan yang tersedia baru kemudian menunggu hasilnya dan memilih. Ada pula yang sudah memilih-milih tempat kerja bahkan sebelum mengirimkan lamaran. Mana yang lebih baik? Menurut saya sama saja. Yang membedakan adalah konsekuensi setelahnya.

Nah, sedikit peringatan saja, cara yang pertama bisa berakibat fatal jika kita terlalu sembarangan.

Mengapa? Karena seringkali para fresh graduate yang mengirimkan lamarannya ke semua lowongan yang ada, baru melakukan pemilihan dan seleksi terhadap pekerjaan itu setelah dia diterima di sana. Memang, di awal hal itu terkesan menyenangkan. Kita bisa mengukur kemampuan diri kita di hadapan para calon bos. Selain itu, seakan-akan bola panas ada di kita. Kitalah yang menentukan akan mengambil pekerjaan itu atau tidak.

Sayangnya, mungkin karena masih baru saja lulus dan belum memiliki banyak pengalaman, cara fresh graduate dalam mengakhiri kerja sama (yang belum terjalin) seringkali tidak profesional. Dan seperti sudah saya sebutkan di awal. Hal tersebut bisa berakibat fatal.

Mengapa? Untuk lebih mudahnya, akan saya coba buatkan ilustrasi.

Misal fresh graduate A melamar pekerjaan di semua lowongan yang dia lihat. Akhirnya, dia mengirimkan lamaran ke 10 lowongan. Dari 10 lamaran itu, dia diterima di 4 tempat. Sudah diterima, tinggal proses-proses administrasi saja. Gampang bangetlah pokoknya.

Nah, pada tahap ini, ternyata dia justru mulai berpikir tentang prospeknya di 4 perusahaan itu. Dan sialnya, setelah dipikir-pikir, dia merasa tidak cocok dengan keempat-empatnya. Hal itu baru dia pikirkan setelah diterima! Lalu dia mendadak membatalkan kerja samanya (meskipun belum tanda tangan kontrak) dengan 4 perusahaan itu.

Kemudian proses itu terjadi lagi pada percobaan melamar kerjanya sampai 2-3 kali.

Terdengar menyenangkan memang. Tapi percayalah, itu berbahaya. Mengapa? Karena jangan salah, ketika kita mengecewakan sebuah perusahaan, bisa jadi kita akan diblacklist oleh perusahaan itu dalam potensi-potensi kerja sama ke depannya. Sudah cukup sampai di situ saja? Tidak. Jangan lupa bahwa besar kemungkinan perusahaan-perusahaan itu aktif dalam asosiasi atau komunitas industri yang sama. Jika sudah begitu, bisa jadi nama jelek kita akan menyebar ke banyak perusahaan lain.

Apakah nestapa kita berakhir di situ saja? Ternyata tidak. Karena status fresh graduate adalah status yang berkejaran dengan waktu, bisa jadi selama kita menyia-nyiakan kesempatan yang ada itu, status fresh graduate kita akan hilang. Ketika status fresh graduate sudah hilang dan kita belum memiliki pengalaman kerja yang nyata, lowongan yang tersedia untuk kita akan semakin sedikit. Persaingan semakin keras, dan bisa saja kita akhirnya justru akan secara beruntung bekerja untuk perusahaan yang secara angka, levelnya berada di bawah dari perusahaan-perusahaan yang kita kecewakan terdahulu.

Jadi kuncinya, saat kita melamar pekerjaan, kalau saya boleh bilang adalah: rencanakan dengan matang sejak awal. Kalau memang mau idealis juga tidak masalah, asal jangan putus kerja sama kita dengan tidak profesional saja.

Kalau boleh saya bilang lagi, sebaiknya fresh graduate itu jangan terlalu idealis lah. Coba saja pekerjaan yang didapat terlebih dahulu. Bangun pengalaman dan berikan track record integritas yang baik di sana, lalu peluang akan terbuka lebih lebar. Jika sejak awal kita sudah merasa sok-sokan, bisa jadi kita akan menyesal di kemudian hari.

Tidak ada ruginya untuk membangun integritas dan nama baik. Seperti yang saya katakan di atas tadi, perusahaan sekarang ini jarang yang bergerak sendiri, mereka pasti tergabung dalam asosiasi industri atau bahkan APINDO dan lain-lainnya. Kalau nama kita baik di satu perusahaan, bukan tidak mungkin nama baik kita akan tersebar ke berbagai tempat lainnya.

Itulah tadi sedikit saran dari saya. Semoga bermanfaat. Selamat mencari kerja!

Ada pertanyaan? Silahkan share di comment box.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

7 thoughts on “Para Fresh Graduate, Baca Ini Sebelum Melamar Pekerjaan

  1. Justo aquí es el sitio adecuado para todo aquel que quiera entender este
    tema. Uno se da cuenta tanto sus casi difícil de discutir con usted (no es que yo personalmente me gustaría … jaja).
    No cabe duda de poner un nuevo giro a un tema que ha sido discutido durante
    mucho tiempo. Excelente material, simplemente genial!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *