Perbedaan Kapasitas Terpasang dan Utilisasi Dalam Proses Produksi

POST PRODUKSI 004

Perbedaan kapasitas terpasang dan utilisasi dalam proses produksi. Seperti kita ketahui bersama, pemahaman tentang kapasitas produksi memegang peranan penting dalam proses produksi. Terutama jika kita ingin mengaplikasikan prinsip kerja kanban dalam proses produksi. Masalahnya, pemahaman tentang kapasitas produksi juga tidak mudah. Ada beberapa bagian yang seringnya orang salah paham saat melihatnya. Salah paham ini bisa berakibat fatal, karena menyebabkan proyeksi produksi menjadi terkesan tidak terlaksana. Akibatnya, target yang dicanangkan oleh manajemen menjadi seakan-akan tidak bisa terpenuhi. Lalu yang menjadi kambing hitam dari itu semua adalah departemen produksi. Padahal, besar kemungkinan targetnya memang tidak realistis.Untuk itulah, tulisan ini akan membahas tentang kapasitas terpasang dan utilisasi dalam proses produksi. Mengapa? Pemahaman ini mungkin akan membuat anda memikirkan ulang tentang kapasitas produksi mesin anda yang selama ini anda percayai.

Untuk membedah perbedaan antara keduanya, mari kita bandingkan pengertian tentang kapasitas terpasang dan utilisasi.

Kapasitas Terpasang

Pada kapasitas terpasang, yang kita perhitungkan adalah berapa total kapasitas hasil produksi yang bisa dihasilkan oleh mesin itu. Ingat kata kuncinya di sini adalah total. Kita tidak memperhitungkan kubikasi, faktor ruangan, dan faktor-faktor lainnya. Yang kita lihat di sini adalah berapa total kapasitasnya.

Utilisasi

Setelah kita mengetahui kapasitas terpasangnya, mari sekarang kita membahas utilisasi dari mesin produksi atau work center. Utilisasi pada prinsipnya adalah, dari kapasitas terpasang itu, berapa produk yang benar-benar bisa dihasilkan oleh mesin atau work center itu. Misal, kapasitas terpasang sebuah mesin adalah 200 kg perjam, belum tentu utilisasinya juga 200 kg perjam. Mengapa? Karena bisa saja ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi mesin tersebut untuk beroperasi. Misalnya jumlah downtime, ruangan yang sejatinya hanya cukup untuk mengolah 4/5 dari bahan baku yang bisa menghasilkan 200 kg produk. Hal-hal seperti itulah yang sering luput dari pengamatan PPIC.

Ya, beberapa PPIC sering memperkirakan kapasitas produksi mesinnya hanya berdasarkan kapasitas terpasang, bukan dari utilisasi dan data historikal mesin yang berjalan. Akibatnya, target yang diberikan kepada orang produksi menjadi tidak realistis tanpa disadari oleh orang produksi sendiri.

Mengapa? Karena semua merasa realistis saat melihat data kapasitas terpasangnya. Padahal ya itu tadi… Kapasitas terpasang seringnya lebih besar dari utilisasi itu sendiri. Tapi sering luput saat dilihat.

Jadi, dengan begini, maukah anda menghitung ulang kapasitas produksi anda? Karena ternyata perbedaan kapasitas produksi dan utilisasi dalam proses produksi ternyata begitu besarnya. Atau anda sejak awal memang sengaja memberikan target produksi yang tidak bisa dicapai, supaya tidak perlu memberikan bonus kepada karyawan anda? Hehe.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *