Perbedaan Sederhana Quality Control dengan Quality Inspection

post produksi 0001

Dalam proses bisnis produksi, salah satu pihak yang terlibat adalah quality control. Proses ini memiliki fungsi penting, sehingga tak jarang quality control menjadi sebuah departemen sendiri dengan tugas dan wewenang sendiri.

Tapi bukan berarti semua proses dalam quality control lantas memiliki fungsi dan peranan yang sama. Ada beberapa proses yang mirip dengan quality control tapi hakekatnya berbeda. Salah satu yang paling mirip adalah quality inspection. Makanya, tidak heran jika banyak orang kesulitan membedakan perbedaan quality control dan quality inspection. Bahkan, fakta anda  membaca artikel ini, menunjukkan bahwa anda pun bingung dengan perbedaan di antara keduanya.

Karena itulah, artikel ini akan membahas mengenai perbedaan quality control dengan quality inspection secara sederhana.

Lalu apa perbedaan sederhana itu?

Quality inspection bertujuan untuk melihat dan menginspeksi proses produksi yang berlangsung. Entah itu bahan baku atau raw materialnya yang harus dicek. Ataukah mesin produksinya (work center), atau bahkan proses produksi dan bahkan dalam beberapa kasus, bisa melibatkan kebersihan dari operator yang menjalankan proses manufakturing.

Bagaimana dengan quality control? Sama. Quality control juga memeriksa hal-hal seperti di atas. Item, orang, mesin, kebijakan, metode, juga merupakan aspek-aspek yang dilihat dalam proses quality control.

Loh, berarti sama? Terus bedanya apa dong?

Kalau ditanyakan pada saya, bedanya adalah pada impactnya.

Jadi, ketika proses yang dilakukan adalah quality inspection, maka hasil dari pemeriksaan biasanya hanya akan menjadi catatan saja. Artinya, si pemeriksa hanya bisa memberikan rekomendasi saja kepada pihak produksi dan PPIC untuk poin-poin minus yang bisa diperbaiki pada proses berikutnya.

Nah, dalam quality control bedanya adalah dia seperti pintu gerbang untuk produk. Artinya, dalam quality control, pemeriksa memiliki wewenang untuk menghentikan proses produksi yang dianggap tidak memenuhi standar. Biasanya proses yang dihentikan itu akan diproses ulang, atau jika tidak bisa akan dikategorisasikan sebagai barang kualitas rendah. Dengan kata lain, QC adalah musuh besar dari orang produksi, hehe.

Tentu saja, perbedaan ini tidak selalu baku. Karena semuanya kembali lagi pada istilah masing-masing perusahaan dalam menggunakan. Bisa saja perusahaan menggunakan istilah quality control tapi fungsi dan wewenangnya adalah quality inspection, pun sebaliknya. Tak masalah, toh dalam perusahaan, kebiasaan adalah kunci besar yang dipegang karyawan. Salah, asalkan sudah biasa, ya jadi tidak salah.

Itulah tadi perbedaan sederhana dari quality inspection dan quality control. Semoga bermanfaat. Hah? Apa? Masih ada yang bingung? Tanyakan saja di comment box. 🙂

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

One thought on “Perbedaan Sederhana Quality Control dengan Quality Inspection

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *