Undang-Undang Cipta Kerja – Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Halo. Sudah dengar kabar terbaru? Yap, undang-undang Cipta Kerja sudah resmi disahkan. Untuk itu, mari kita bahas berbagai aturan yang ada di undang-undang ini. Yang pertama adalah tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Apa saja aturan PKWT yang ada di UU Cipta Kerja? Yuk kita intip.

Jenis dan Dasar PKWT

Beberapa jenis PKWT adalah sebagai berikut:

Berdasarkan Jangka Waktu:

a. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama;

b. Pekerjaan yang bersifat musiman (musim atau cuaca tertentu) atau kondisi tertentu

c. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

Jangka waktu paling lama 5 tahun, dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan dengan jangka waktu keseluruhan beserta perpanjangannya tidak lebih dari 5 tahun.

Berdasarkan selesainya suatu pekerjaan:

a. Pekerjaan yang sekali selesai, atau;

b. Pekerjaan yang sementara sifatnya

Jangka waktu didasarkan atas kesepakatan para pihak dan dapat diperpanjang sampai batas waktu tertentu hingga selesainya pekerjaan.

Berdasarkan Pekerjaan tertentu lainnya

Pekerjaan tertentu lainnya yang jenis dan sifat atau kegiatannya bersifat tidak tetap, berupa pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta pembayaran upah pekerja berdasarkan kehadiran. Kontrak jenis ini dapat dilakukan dengan perjanjian kerja harian.

Untuk perjanjian kerja harian, dilakukan dengan ketentuan bekerja kurang dari 21 hari dalam 1 bulan. Apabila mencapai 21 hari atau lebih selama 3 bulan berturut-turut, maka hubungan kerjanya demi hukum berubah menjadi PKWTT.

Perjanjian kerja harian dapat dibuat secara kolektif dengan sekurang-kurangnya memuat:

a. nama/alamat perusahaan pemberi kerja;
b. nama/alamat pekerja;
c. jenis pekerjaan yang dilakukan;
d. besarnya upah

Pengusaha wajib memenuhi hak-hak pekerja termasuk hak atas program jaminan sosial.

Ketentuan Umum Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu paling sedikit memuat:

a. nama, alamat, dan jenis usaha;
b. nama, jenis kelamin, umur, dan alamat Pekerja;
c. jabatan atau jenis pekerjaan;
d. tempat pekerjaan;
e. besaran upah dan cara pembayaran;
f. hak dan kewajiban Pengusaha dan Pekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan atau syarat kerja yang diatur dalam PP/PKB;
g. mulai dan jangka waktu berlakunya Kontrak;
h. tempat dan tanggal PKWT dibuat; dan
i. tanda tangan para pihak dalam PKWT.
(pasal 54 UUK & Pasal 13 PP 35/2021)

Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu dibuat secara tertulis serta harus menggunakan bahasa Indonesia dan huruf latin. (Pasal 57 ayat 1 UUK)

Larangan dalam PKWT

  • Perusahaan tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja. (pasal 58 UUK & Pasa 12 PP 35/2021)
  • Kontrak tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. (pasal 4 ayat 2 PP 35/2021)

Pencatatan PKWT

  • PKWT harus dicatatkan secara daring pada Kementerian Ketenagakerjaan paling lambat 3 hari setelah PKWT ditandatangani.
  • Selama sistem pencatatan daring belum tersedia, pencatatan melalui Disnaker Kab/Kota, 7 hari setelah PKWT ditandatangani. (Pasal 14 PP 35/2021)

Uang Kompensasi Berakhirnya PKWT

  • Pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja PKWT yang waktunya berakhir karena jangka waktunya atau selesainya pekerjaan yang telah ditentukan dengan masa kerja paling sedikit 1 bulan secara terus menerus. (Pasal 61A UUK & Pasal 15 PP 35/2021)
  • Apabila PKWT diperpanjang, uang kompensasi diberikan saat selesainya jangka waktu sebelum perpanjangan dan terhadap jangka waktu perpanjangan PKWT, uang kompensasi berikutnya diberikan setelah perpanjangan jangka waktu PKWT berakhir atau selesai. (Pasal 15 Ayat 3 PP 35/2021)

Besaran uang kompensasi diberikan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut: (Pasal 16 PP 35/2021)

a. PKWT selama 12 bulan secara terus menerus, diberikan sebesar 1 bulan upah;

b. PKWT selama 1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan atau lebih dari 12 bulan, dihitung secara proporsional dengan perhitungan: (Masa kerja/12 x 1 bulan upan)

c. Komponen upah dalam perhitungan uang kompensasi:
i. Upah tanpa tunjangan/Upah pokok; atau
ii. Upah pokok dan tunjangan tetap.

Pengecualian Uang Kompensasi Berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Uang kompensasi tidak diberikan dalam hal masa kerja karyawan kurang dari 1 bulan, atau Kontrak berakhir karena: (1-3: pasal 61A UUK)

  1. Meninggal dunia
  2. Adanya putusan pengadilan dan atau putusan lembaga PPHI yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
  3. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, PP/PKB yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja atau
  4. Pekerja merupakan TKA (Pasal 15 Ayat 5 PP 35/2021)

Uang kompensasi untuk pekerja pada usaha mikro dan kecil diberikan sesuai kesepakatan. (pasal 16 ayat 6 PP 35/2021).

Uang kompensasi pengakhiran PKWT Sepihak

Dalam hal satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam PKWT (PHK sepihak), pengusaha wajib memberikan uang kompensasi yang besarannya dihitung berdasarkan jangka waktu kontrak yang telah dilaksanakan oleh Pekerja/Buruh. (Pasal 17 PP 35/2021).

Ketentuan Transisi PKWT sebelum UU Cipta Kerja

Pada saat PP 35/2021 mulai berlaku (02 Februari 2021):
1. Kontrak yang telah ada dan jangka waktunya belum berakhir masih tetap berlaku sampai dengan berakhirnya PKWT.

2. Uang kompensasi untuk Karyawan yang jangka waktunya belum berakhir diberikan dengan ketentuan besaran uang kompensasinya dihitung berdasarkan masa kerja Prakerja yang perhitungannya dimulai sejak tanggal diundangkan UUCK (02 Nov 2020).

(Pasal 63-64 PP 35 /2021)

Pemberian Uang kompensasi berakhirnya PKWT tidak berlaku surut untuk:
1. PKWT yang telah berakhir sebelum PP 35/2021 disahkan, atau
2. Masa kerja yang telah dilakukan sebelum UUCK disahkan (untuk yang PKWT nya masih berlaku)

Yes, kurang lebih itulah yang dapat saya sampaikan soal perjanjian kerja waktu tertentu yang ada di UU Cipta Kerja. Setelah ini, akan kita bahas lagi lebih banyak soal aturan-aturan yang ada di UUCK. Tunggu post selanjutnya yak!

Facebook Comments