Resiko pembayaran Pajak sesuai dengan faktur yang tidak sesuai tagihan

Resiko pembayaran Pajak sesuai dengan faktur yang tidak sesuai tagihan – Finishgoodasia.com

post finance 0001

Resiko pembayaran pajak sesuai dengan faktur yang tidak sesuai dengan tagihan? Nah loh, paham nggak maksudnya apa?

Sejujurnya saya agak susah mencari kalimat yang pas. Setelah beberapa kali berpikir dan mencoba mencari alunan yang tepat, tetap saja jatuhnya tidak terlalu jelas, akhirnya kalimat dengan judul di atas lah yang kemudian saya pilih. Semoga pembaca paham.

Tapi jika tidak paham, tenang saja, sudah menjadi tugas saya untuk memastikan artikel ini menjadi layak untuk dibaca. Dan saya akan berusaha menjalankan tugas tersebut. Oke, jadi apa sebenarnya maksud judul di atas?

Pertama-tama, rekan-rekan dapat membaca artikel permasalahan yang sudah saya buat sebelumnya, yaitu:

Faktur Tidak Sesuai Tagihan Gara-Gara Penerimaan Barang Tidak Sesuai PO, Apa Yang Harus Kita Lakukan

Jadi dari artikel itu, harapan saya permasalahannya terbayang ya. Jadi misal ada PO 5000, lalu yang diterima 4500, lalu tentu saja yang kita bayar adalah 4500. Tapi karena vendor sudah terlanjur membuat faktur pajak sebesar 5000, maka karena kita malas mengganti fakturnya, kita tetap membayar sesuai faktur 5000 itu tadi.

Kebayang ya? Plis kebayang.

Lalu jika kita tetap membayar faktur sesuai PO yang sudah tidak relevan tadi, apa permasalahan yang mungkin terjadi? Baiklah berikut beberapa resiko yang mungkin saja terjadi:

1. Berpotensi menjadi temuan dari orang pajak yang memeriksa laporan keuangan perusahaan kita.

Tak peduli apakah kita penjual ataupun pembeli, melakukan transaksi pajak yang tidak sesuai dengan data transaksi yang real berpotensi menjadi malapetaka dari sisi orang pajak. Karena pembayaran pajak tidak sesuai, ada indikator ketidakjujuran dalam pajak yang kita laporkan. Kalau sudah seperti itu, ceritanya bisa jadi panjang.

2. Berpotensi menjadi selisih data antara vendor dan konsumen

Oke, kita sudah sepakat bahwa dari PO sebesar 5000 rupiah, hanya 4500 rupiah saja yang akan dibayarkan oleh konsumen. Si sales dari Vendor sudah sepakat, yang penting barang laku, batinnya dalam hati.

Tapi karena malas membuat faktur baru, faktur yang digunakan dan disepakati oleh kedua belah pihak tetaplah yang 5000 rupiah. Baik sales dari Vendor maupun bagian Purchasing, sekaligus orang Akunting sudah sepakat. Masalah kelar sampai situ.

Tapi ternyata saat penagihan, orang yang menagih dari pihak vendor berbeda dengan yang dulu. Dan Boom! Dasar yang dilihat adalah dari faktur pajak (bukan surat jalan maupun invoice). Alhasil si penagih dari vendor tetap menagih 5000!

Kebayang kan berantemnya?

Jangan dikira transaksinya selalu senilai 5000 rupiah, dalam skala manufaktur, satu pengiriman bisa ratusan juta, selisihnya bisa puluhan juta (bisa buat beli Ninja second). Dan jangan dikira selalu dari satu transaksi, dalam satu bulan bisa ada 10 kali transaksi, potensi selisihnya bisa berkali-kali lipat lagi.

Terlihat kan bahayanya?

Yup, itulah tadi seri kedua dari serial Faktur Pajak beda dengan PO. Nantikan seri ketiga atau terakhir dari serial post saya. Terima kasih sudah membaca sampai sini:

Faktur Tidak Sesuai Tagihan Gara-Gara Penerimaan Barang Tidak Sesuai PO, Apa Yang Harus Kita Lakukan

Resiko Pembayaran Pajak Sesuai dengan Faktur Yang tidak sesuai tagihan

Perlakuan untuk Faktur yang tidak sesuai dengan tagihan gara-gara penerimaan tidak sesuai PO

 

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *