Saatnya Pembangunan Pabrik Gula Dilakukan Di Indonesia

post news 0001

Manufaktur yang memproduksi gula di Indonesia cukup banyak. Sayangnya, saat ini kondisi pabrik gula terbilang sudah cukup uzur. Akibatnya, pasokan untuk gula di Indonesia menjadi terhambat. Sangat kontras dengan potensi tebu yang masih sangat besar di Indonesia. Karena itu, sudah saatnya pembangunan pabrik gula dilakukan di Indonesia.

Seperti diberitakan oleh Liputan 6, saat ini kondisi pabrik gula di Indonesia cukup memprihatinkan. Selain infrastrukturnya yang sudah cukup usang, efisiensi dari proses produksi pabrik pun masih sangat memprihatinkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Nurnowo Paridjo, Direktur Tanaman Semusim. Bagi dia efisiensi dari PG atau pabrik gula di Indonesia terbilang memprihatinkan.

“Kalau di Thailand, kapasitas 12.000 Ton Cain Per Day (TCD) dikelola 200 orang. Di Indonesia, kapasitas 3.000 TCD dikelola sampai 2.000 orang. Sepuluh kali lipatnya.” Tepatnya, 10 kali lipat hanya untuk mengelola tidak sampai 20% hasil produksi. Artinya, hal yang bisa dilakukan oleh 1 pekerja Thailand, harus dilakukan oleh 60 pekerja Indonesia!

Statistik singkat dari Nurnowo itu menunjukkan bagaimana mirisnya kondisi efisiensi produksi dari Pabrik Gula di Indonesia. Padahal, potensi yang ada di bahan baku tebu masih sangat besar di Indonesia. Menurut Nurnowo, satu hektar kebun Tebu di Indonesia bisa menghasilkan 80 ton tebu. Di Thailand, hanya bisa menghasilkan sekitar 75 ton tebu saja. Artinya, sumber daya di Indonesia seharusnya bisa menjadi alasan agar produksi gula Indonesia tidak kalah dengan negara lain.

Terakhir, menurut Nurnowo setidaknya dibutuhkan 5 trilyun untuk melaksanakan pembangunan pabrik gula yang bisa bersaing dengan pabrik gula negara lain.

Memang, jika kita lihat sekilas, kebanyakan pabrik gula yang ada di Indonesia adalah peninggalan di zaman kolonial. Herannya, sampai sekarang tidak ada perubahan besar-besaran pada pabrik gula yang sudah ada itu. Mesin yang digunakan masih mesin-mesin zaman dulu yang tentu saja sulit untuk diajak bersaing dengan pabrik-pabrik gula modern yang dimiliki negara lain.

Pertanyaannya, adakah keinginan dari negara untuk membangun pabrik gula yang lebih modern?

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2342967/pabrik-sudah-uzur-pemenuhan-gula-nasional-terhambat

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *