Schedule dan Unscheduled Maintenance, Mengapa Harus Dibedakan?

Schedule dan Unscheduled Maintenance – Finishgoodasia.com.

post produksi 0003

Ketika kita membicarakan proses operasi yang ada di dalam pabrik atau manufaktur, sudah pasti kita akan membicarakan tentang aset, baik itu jumlah aset, maupun operasional aset itu sendiri. Karena tidak ada gunanya pabrik memiliki 100 aset tapi hanya 9 yang bisa beroperasi atau dijalankan, bukan?

Nah, kalau kita sudah sampai pada pembahasan tentang operasional aset, pasti, mau tidak mau kita akan membicarakan tentang maintenance, atau dalam bahasa Indonesia yang sama sekali tidak keren: perawatan mesin.

Untuk itulah, tulisan ini akan membahas mengenai maintenance, secara lebih spesifik, mencoba membedakan antara schedule dan unschedule maintenance. Atau, sekali lagi dalam bahasa Indonesia yang sama sekali tidak keren: perawatan mesin terjadwal dan tidak terjadwal.

Oke, mari kita mulai saja.

Apa itu schedule dan unscheduled maintenance

Sebenarnya dari artinya, pengertian dua termin ini sudah cukup jelas. Ketika kita membicarakan tentang schedula maintenance, maksudnya adalah perawatan atau perbaikan terhadap mesin yang sudah direncanakan. Secara lebih sederhana, artinya bahkan seharusnya satu bulan dari sekarang pun, kita sudah tahu, kapan saja schedula maintenance akan dilakukan.

Sebaliknya, ketika kita membicarakan unschedule maintenance, tentu saja maksudnya adalah perawatan atau perbaikan yang tidak direncanakan. Untuk menjalankan unschedule maintenance, pastilah ada alasan kerusakannya, atau dalam beberapa kasus disebut dengan symptom problem.

Efek dari dua maintenance ini tentu saja bermacam-macam. Saya akan mencoba menjelaskan dalam berbagai aspek yang terkandung: produksi, maintenance, dan akuntansi.

Pengaruh schedule dan unscheduled maintenance terhadap proses produksi

Schedule maintenance memiliki pengaruh yang tidak begitu signifikan untuk proses produksi. Mengapa? Karena agendanya sudah jelas. Jadi pengaruh dari schedule maintenance justru tidak secara langsung ke departemen produksi, melainkan pada PPIC. Karena menjadi tugas dari PPIC untuk memastikan jadwal produksi tidak bertabrakan dengan jadwal perbaikan maintenance.

Sebaliknya, unschedule maintenance justru memiliki pengaruh yang signifikan pada proses produksi. Karena sifatnya yang urgent, sudah tentu akan mengganggu proses produksi. Ketika maintenance dilakukan, proses produksi harus dihentikan. Itu sudah menjadi rumus dasar bagi perusahaan. Akibatnya, semakin sering unschedule maintenance dilakukan, maka semakin berkurang pula kapasitas produksi perusahaan. Kapasitas produksi berkurang, artinya barang jadi yang tersedia untuk dikirim ke konsumen semakin sedikit. Artinya penjualan bisa menurun. Artinya laba bisa menurun.

Nah lho…

Pengaruh schedule dan unscheduled maintenance terhadap KPI departemen maintenance

Prinsip bagi departemen Maintenance sebenarnya sederhana: Semakin sering unscheduled maintenance terjadi, berarti makin buruk kualitas kerja mereka.

Kalau ditanyakan kepada orang maintenance, mereka pasti akan lebih berharap mengerjakan schedule maintenance saja, karena itu artinya kinerja mesin sudah sesuai rencana. Tapi kalau selisih jam antara maintenance sebelumnya dan berikutnya terlalu tipis, atau unscheduled maintenance terlalu sering dilakukan, berarti kerja mereka semakin tidak beres.

Pengaruh schedule dan unscheduled maintenance terhadap catatan keuangan

Beberapa perusahaan berharap membedakan pengeluaran yang terjadi dari schedule dan unscheduled maintenance di dalam laporan keuangan. Sebenarnya hal tersebut sah-sah saja. Tapi, menurut saya tidak perlu. Laporan keuangan cukup menampilkan total biaya yang terjadi karena proses maintenance saja secara umum.

Lalu bagaimana untuk analisa terhadap schedule dan unscheduled? Tentu saja ada laporan tersendirinya. Tapi bukan laporan yang ada di dalam laporan keuangan. Tidak perlu. Nanti orang keburu pusing membaca laporan keuangan duluan, padahal fokus dari laporan keuangan bukanlah untuk melihat biaya yang timbul dari unscheduled maintenance.

Yap, saya rasa itu dulu yang dapat saya share di artikel kali ini. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan komen di bawah. Dengan senang hati saya akan coba menjawabnya.

Terima kasih dan selamat malam. 🙂

 

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *