Sekilas Tentang Six Sigma dan Tahapan-tahapannya

POST GENERAL 0002

Di era manufaktur modern seperti sekarang, pastilah praktisi manufaktur mengenal istilah six sigma dalam perusahaan. Six Sigma yang awalnya diperuntukkan untuk perusahaan manufaktur saja, sekarang sudah mulai merambah industri lain, seperti perhotelan, logistik, dan lain-lain. Mengapa six sigma banyak diaplikasikan oleh perusahaan, bahkan bagi beberapa perusahaan itu adalah sebuah mimpi yang ingin dicapai? Tulisan ini akan membahasnya secara singkat.Six Sigma pada dasarnya adalah sebuah metodologi yang digunakan untuk menunjang proses produksi. Kualitas barang menjadi faktor utama yang diperhatikan pada metodologi ini. Namun, lebih dari itu, tujuan dari diterapkannya six sigma dalam perusahaan sebenarnya diukur secara financial. Ya, intinya kita ingin keuntungan kita naik saat menggunakan six sigma, bukan begitu?

Six Sigma pada dasarnya adalah sebuah metodologi penelitian yang digunakan untuk mengukur dan mengurangi defect pada proses produksi, dengan standar penghitungan sampai pada 6 angka 0, yaitu satu juta. Dengan penelitian yang komprehensif, tentu saja kualitas diharapkan akan meningkat, dan kepuasan pelanggan (customer satisfication) menjadi semakin tinggi, hingga akhirnya, ya seperti yang saya bilang tadi, cash flow perusahaan menjadi semakin lancar.

Tahapan Six Sigma

Ada banyak sekali yang bisa dibahas saat kita membicarakan six sigma, tapi pada kesempatan ini, marilah kita membahas tentang tahapan-tahapannya saat diimplementasikan di sebuah perusahaan.

Menurut Breyfogie, tahapan six sigma terbagi dalam 5 bagian: Define, Measure, Analyse, Improvise, dan Control. Sering juga disebut dengan DMAIC. Ya, Cuma disingkat saja.

1.      Define

Pada tahap awal ini, perusahaan mulai mencari masalah apa saja yang terjadi di dalam proses produksi dan Quality Controlnya. Product failure apa saja yang terjadi. Dan biasanya, masalah itu terbagi dalam dua jenis: yaitu gejala (symptoms) dan akar masalah (roots of problem). Bedanya pasti sudah tahu dong ya? Biasanya, yang paling dicari pada proses define ini adalah akar masalah.

2.      Measure

Pada tahapan ini, perusahaan sudah mulai menentukan data apa saja yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah itu. Tidak hanya itu saja, perusahaan juga sudah harus mulai melakukan pengambilan data dengan berbagai macam metode. Wawancara, observasi, studi pustaka, apapun itu jika dianggap perlu, harus segera dilakukan. Tentu saja, sebelumnya perusahaan juga sudah harus menentukan besaran sample yang akan diteliti untuk semakin mengurangi defect dan meningkatkan kualitas produk.

3.      Analyse

Jika data sudah terkumpul, tentu saja langkah selanjutnya jelas. Yap, analisa data yang sudah masuk itu. Olah dengan berbagai fasilitas yang ada. Dengan adanya data yang sudah terkumpul, perusahan sudah dapat membandingkan kondisi sekarang (current state) dengan kondisi yang ingin dituju (future state). Selain itu, ketika data sudah terkumpul, rumusan masalah yang dibuat di awal (define) sudah bisa dilihat dengan lebih tajam dan aktual. Bisa jadi, pada tahap analyse ini akan muncul rumusan masalah yang pada tahap 1 belum diketahui.

4.      Improvise

Ketika analisa sudah dilakukan, tentu saja sudah muncul rencana apa yang harus dilakukan. Pada tahap inilah, implementasi dilakukan. Berdasarkan analisa yang sudah dibuat sebelumnya, perusahaan akan mulai melakukan perbaikan yang dibutuhkan untuk menambah kualitas produk. Penugasan mulai diberikan kepada masing-masing key person yang ditunjuk untuk segera menyelesaikan akar masalah yang ada.

5.      Control

Ketika implementasi sudah dilakukan, dan berbagai proses perbaikan sudah berjalan, tentu saja dibutuhkan satu tahapan lagi untuk menutup itu semua. Pada tahap control ini, perusahaan mendokumentasikan apa saja perubahan yang terjadi dari sebelumnya. Bagaimana dampak perubahan ini terhadap kualitas produk, apakah sudah seperti yang diinginkan? Dan jangan lupa untuk menyusun rencana perbaikan berkelanjutan (sustain) sehingga perusahaan dapat terus berjalan maju mengikuti perkembangan zaman. Rencana evaluasi dalam jangka panjang juga diperlukan, agar kualitas (yang misalnya sudah jadi lebih baik) tetap terjaga.

Itulah tadi artikel sekilas tentang six sigma dan tahapan-tahapannya. Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, tak perlu malu untuk menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

One thought on “Sekilas Tentang Six Sigma dan Tahapan-tahapannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *