Sekilas Tentang Work Center

POST PRODUKSI 004

Dalam proses produksi, mau tak mau kita harus memasukkan unsur work center di dalamnya. Karena proses produksi hampir mustahil bisa dilakukan tanpa adanya work center yang beroperasi. Apa itu work center dan bagaimana bentuknya di dalam sebuah proses produksi perusahaan manufaktur? Artikel ini akan membahasnya.

Seperti kita tahu, proses produksi adalah sebuah proses paling unik yang sekaligus menjadi pembeda dari industri manufaktur. Sebuah perusahaan, tidak akan bisa mengklaim dirinya sebagai perusahaan manufaktur, jika dia tidak memiliki proses produksi sendiri. Karena pentingnya proses produksi ini, tentu saja, di dalamnya ada banyak sekali detail-detail yang ada. Dari prinsipnya, metodenya yang berupa pull, ataukah push, dari quality controlnya, dari metode pembayaran karyawan/buruhnya, apakah harian atau borongan, dan lain sebagainya. Dan salah satu yang paling esensial dari detail proses produksi adalah: work center.

Pertanyaannya sekarang, apa sebenarnya work center itu?

Baiklah, tidak perlu terlalu lama lagi, akan saya jelaskan secara singkat tentang work center itu sendiri.

Work center, seperti dari namanya yang secara bahasa berarti ‘pusat kerja’, ternyata tidak terlalu jauh dari istilah itu.  Work center adalah tempat di mana proses produksi terjadi dalam satu fase. Artinya, dalam satu work center, pasti ada bahan baku (raw material) yang diproses produksi kemudian menjadi hasil produksi (production result) yang apabila sudah melewati berbagai urutan dari hulu sampai ke hilir, akan menjadi produk barang jadi (finished goods).

Dalam work center itu sendiri, ada beberapa tipe yang bisa menyertainya. Work center bisa berupa mesin produksi, kumpulan orang (yang menggarap barang tersebut), dan bisa juga dalam satu line produksi.

Ingat juga, work center tidak selalu menjadi satu departemen produksi. Bisa saja, dalam satu departemen produksi terdiri dari banyak work center. Bisa saja, satu work center terdiri dari satu orang dan satu mesin, atau bahkan bisa juga terdiri dari 1000 orang. Meskipun untuk yang kedua kemungkinannya kecil sih.

Untuk memudahkan, biasanya satu work center pasti memiliki satu hitungan kapasitas produksi. Dengan adanya kapasitas produksi itu, akan membantu tim PPIC dalam merencanakan waktu produksi jika perusahaan mengamalkan prinsip just in time dalam proses produksinya.

Seperti saya ungkapkan di atas, work center memegang peranan sangat penting di dalam proses produksi. Karena work center, pada hakekatnya adalah tempat di mana proses produksi dilakukan di perusahaan manufakturing.

Itulah artikel tentang work center yang bisa saya berikan. Semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan, jangan ragu untuk menuliskannya di comment box.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

2 thoughts on “Sekilas Tentang Work Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *