Tentang Cashflow dan Pengaruhnya Untuk Perusahaan Manufaktur

POST FINANCE 0005Tentang Cashflow dan pengaruhnya untuk perusahaan manufaktur – Finishgoodasia.com. Ketika kita membicarakan sebuah badan usaha, apakah itu usaha jasa, trading, ataupun manufaktur, pastilah kita tidak akan bisa melepaskan dari salah satu aspek penting di dalamnya. Aspek penting itu adalah: keuangan. Bisa berupa kas, setara kas, atau harta yang lainnya. Yang jelas, keuangan memegang peranan penting dalam menjalankan bisnis sebuah perusahaan.

Dan salah satu aspek penting dalam keuangan itu adalah cashflow. 

Apa itu cashflow dan bagaimana pengaruhnya untuk perusahaan manufaktur? Tulisan ini akan mencoba untuk menjawabnya. Harapannya juga, dengan mengerti ini, anda akan lebih bisa memaksimalkan perputaran cashflow untuk semakin memajukan perusahaan anda.

Jadi, mari kita mulai dengan membahas apa itu cashflow. 

Tentang Cashflow: Definisi

Secara harfiah, pengertian cashflow sebenarnya sangat simpel.

the total amount of money being transferred into and out of a business, especially as affecting liquidity.

Ya, secara harfiah, pengertian cashflow hanyalah: nilai total  uang yang berpindah masuk dan keluar di dalam bisnis, utamanya yang bersifat liquid atau tetap.

Jadi, secara singkat, cashflow menyangkut semua transaksi jual beli kita kepada pihak ketiga. Apa sih contohnya harta yang bersifat liquid itu? Kita bisa bilang uang atau kas dan setara kas (seperti uang yang ada di dalam BANK, dll). Ada juga persediaan barang-barang yang nilainya sudah dikunci dari HPP atau dari harga perolehan (tanpa disusutkan). Dan beberapa contoh lainnya.

Jadi, misal kita membeli barang, saat itulah cashflow terjadi. Uang kita berkurang dan persediaan kita bertambah. Begitu juga saat kita menjual barang. Uang bertambah dan persediaan berkurang. Dan ingat, yang dihitung mempengaruhi cashflow adalah saat uang sudah berpindah tangan. Hutang dan Piutang yang masih tergolong dalam proses AP (Account Payable) dan AR (Account Receivable) sebaiknya tidak dianggap sebagai perputaran cashflow. 

Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa sebaiknya tidak dianggap? Pembahasan kedua akan mencoba menjawabnya.

Tentang Cashflow: Pengaruhnya untuk proses bisnis perusahaan.

Bisa saya katakan, cashflow adalah target real yang seharusnya dikejar oleh perusahaan. Seringnya perusahaan lebih mementingkan omzet (omzet minded) dan itu bisa berakibat fatal untuk bisnis. Tentang bahaya omzet minded ini akan saya bahas di artikel lain, supaya lebih lengkap.

Nah, kembali ke cashflow, saat membicarakan proses bisnis perusahaan, sudah sewajarnya perusahaan harus lebih mementingkan profit (income statement) dibandingkan dengan omzet. Karena, bagaimanapun juga profitlah yang sebenarnya dibagikan saat dividen. Bukan omzet. 🙂

Tapi, satu hal yang harus juga diperhatikan oleh department accounting dan finance suatu perusahaan adalah, bukan sekedar profit, tapi profit yang sudah berefek ke dalam cashflow. 

Kenapa?

Karena profit besar, belum tentu perusahaan memiliki banyak uang.

Sebaliknya, profit kecil, dengan manajemen cashflow yang pas, bisa membuat perusahaan tetap memiliki jumlah uang yang banyak dan bisa diputar untuk berbagai macam hal.

Oke, mungkin masih sedikit bingung. Saya akan mencoba menjelaskan dalam beberapa ilustrasi singkat.

Misal, kita memiliki profit yang tinggi. Katakanlah 10 Milyar dalam satu tahun. Pertanyaannya, apakah uang 10 Milyar itu benar-benar ada di perusahaan? Jangan-jangan, dari profit 10 Milyar itu 9 Milyarnya adalah piutang yang ternyata tidak kunjung cair dari konsumen? Akibatnya, walaupun secara laporan perusahaan untung 10 Milyar, tetap saja uang yang masuk ke perusahaan, tidak sampai 1 Milyar. Buat bayar pajak saja sudah susah.

Sebaliknya, secara laporan perusahaan hanya untung 1 Milyar dalam satu tahun. Tapi berkat bargain yang jago dari purchasing, perusahaan memiliki utang 9 Milyar yang tidak perlu dibayar sampai 30 hari ke depan. Dengan proyeksi penjualan yang pas, perusahaan memiliki uang fisik yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan lain yang bisa jadi menguntungkan perusahaan, seperti: membeli bahan baku dalam bentuk cash yang berujung pada harga yang lebih murah. Deposito harian yang berakibat uang beranak pinak juga menjadi salah satu keuntungan lainnya.

Itulah mengapa, cashflow lebih penting daripada profit, profit lebih penting daripada omzet. Tapi yang jelas, perusahaan juga tetap memerlukan profit yang besar supaya aliran cashflow lancar. Jika perusahaan memiliki utang 9 Milyar tapi tidak memiliki proyeksi profit untuk membayar utang itu, juga sama saja akhirnya.

Yap, kami rasa itu saja yang dapat kami share tentang cashflow di artikel kali ini. Semoga dapat bermanfaat. Dan apabila ada yang masih mengganjal, silahkan ditanyakan di comment box. Selamat malam!

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

3 thoughts on “Tentang Cashflow dan Pengaruhnya Untuk Perusahaan Manufaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *