Tentang Efisiensi atau Randomance

post produksi 0002Dalam istilah produksi manufaktur di Indonesia, kadang orang-orang akan menggunakan istilah efisiensi produksi atau yang lebih sering: randomance. Artikel ini akan membahas tentang efisiensi atau randomance.

Apa itu efisiensi? Sebelum membahas tentang efisiensi atau randomance, ada baiknya kita menyimak ilustrasi tentang proses produksi yang umumnya ada di dalam perusahaan manufaktur. Jangan lupa, proses produksi adalah proses yang paling unik dari manufaktur dibanding industri-industri lainnya.

Pada proses produksi, ada tiga aspek penting yang selalu diperhitungkan. Yang pertama adalah bahan baku. Tentu saja kita tidak akan bisa memproduksi apapun tanpa bahan baku bukan? Bahan baku di sini tidak terbatas pada bahan baku awal saja, tapi bahan baku dalam setiap proses produksi. Jadi, bisa jadi yang kita sebut bahan baku dalam sebuah proses produksi di satu departemen adalah barang setengah jadi (WIP) dalam kategori barang pabrik secara keseluruhan.

Yang kedua adalah barang jadi atau hasil produksi. Ya, itulah tujuan utama dari sebuah proses produksi industri manufaktur: untuk menghasilkan produk atau barang jadi atau jika sudah sampai pada sequence terakhir dalam proses produksi, kita sebut dengan finished goods.

Yang ketiga adalah tenaga untuk memproses produksi itu sendiri. Bisa orang, bisa pula mesin atau bisa pula line produksi. Semuanya termasuk dalam aspek ini. Mengapa aspek ini penting? Karena aspek ini mengandung biaya yang nantinya akan menjadi salah satu dasar penghitungan HPP. Penting bukan?

Kembali pada ilustrasi proses produksi. Dengan mengetahui ketiga aspek penting itu, barulah laporan produksi bisa dihasilkan. Pada laporan produksi, masing-masing jumlah akan dihitung dan dilaporkan. Berapa jumlah bahan baku, berapa jumlah orang atau mesin atau bahan penolong atau line produksi yang terlibat, dan yang paling sering dilihat: berapa jumlah hasil produksinya. Itu semua akan dilaporkan.

Nah, randomance atau efisiensi sendiri pada dasarnya adalah perbandingan dari hasil produksi dengan bahan baku produksi. Misal bahan baku adalah 100 buah, lalu hasil produksi adalah 100 buah juga, maka bisa dibilang randomance atau efisiensinya adalah 100%. Tapi bisa juga hasil randomance hanya 90% yang artinya 10% menjadi barang rusak atau defect. Biasanya, barang-barang itu dijadikan defect karena tidak lolos proses Quality Control (QC). Barang yang tidak lolos QC itu bisa diproses ulang, atau diturunkan gradenya atau bahkan dianggap waste. Seperti waste atau limbah pada umumnya, dia akan dinilai sebagai 0 rupiah. Hanya saja jika bisa menemukan pembeli yang mau membeli produk waste itu, bisa jadi dia akan kembali bernilai dan menguntungkan (atau mengurangi kerugian) perusahaan manufaktur.

Yap, itulah tadi sekilas mengenai efisiensi atau randomance. Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, langsung saja tanyakan di comment box.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

2 thoughts on “Tentang Efisiensi atau Randomance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *