Tentang Industri Manufaktur

POST GENERAL 0001

Finishgoodasia.com adalah situs yang berbicara tentang industri manufaktur dan hal-hal terkait di dalamnya. Tentu saja, saya tidak akan berbicara panjang lebar di dalam situs ini tanpa membicarakan hakekat dari manufaktur itu sendiri, yang sebenarnya sangat simpel. Tapi jika kita melihat pada teori yang komprehensif, praktik di lapangan, dan berbagai macam skenario yang mungkin terjadi di dalamnya, manufaktur memang otomatis menjadi kompleks. Nah, dalam rangka sebagai pemahaman dasar, artikel ini akan membahas tentang industri manufaktur itu sendiri, dan hal-hal dasar yang sebaiknya dimiliki oleh perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Tentu saja, penjelasan di dalam artikel ini akan saya singkatkan. Detail masing-masingnya akan tersebar di dalam artikel lain. Untuk apa? Ya biar hits situs ini jadi makin banyaklah, hehe…

Pengertian Singkat Industri Manufaktur

Untuk memulai semuanya, mari kita bicarakan terlebih dahulu apa itu industri manufaktur sebenarnya. Jika kita melihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan berbagai sumber literatur yang ada di Indonesia, sebenarnya pengertian dari industri manufaktur sangat jelas. Industri manufaktur adalah industri yang mengolah bahan mentah (raw material) menjadi barang jadi (finished good) yang siap dijual dengan harga yang tentu saja lebih tinggi. Ya iyalah, kalau dijual dengan harga yang sama, itu bukan bisnis namanya.

Nah, dari penjelasan singkat di atas, kita bisa tahu bahwa syarat dasar di manufaktur adalah adanya bahan baku, apapun bentuknya yang kemudian diolah menjadi barang jadi. Misal kita ambil contoh pabrik pembuatan kain, berarti bahan bakunya adalah benang. Kalau kita ambil contoh pabrik plywood, maka bahan bakunya adalah batang kayu.

Selain bahan baku, syarat lain dari industri manufaktur adalah adanya proses produksi. Yap, kalau perusahaan tersebut tidak memproduksi barang sendiri, namanya bukan pabrik, tapi distributor. Itu lain cerita.

Berkenaan dengan adanya syarat-syarat itu, kita bisa membagi item/barang di dalam industri manufaktur ke dalam tiga jenis besar, yaitu Raw Material (bahan baku), Work In Process (Barang setengah jadi), dan finished good (barang jadi).

Proses Bisnis dalam Industri Manufaktur

Proses bisnis dalam industri manufaktur sebenarnya cukup sederhana, tapi karena banyaknya varian item yang bermain di dalamnya, bisa jadi membuatnya kompleks. Dari pengalaman saya bekerja di sebuah perusahaan penyedia software ERP setidaknya ada beberapa proses bisnis yang harus ada di dalam perusahaan manufaktur.

1.      Procurement

Procurement adalah proses bisnis dalam pengadaan barang. Barang yang dimaksud di sini bukanlah sekedar raw material saja, tapi juga barang lainnya. Spare part (untuk mesin jika menggunakannya), obat-obatan, alat pembersih, kebutuhan gedung, kebutuhan karyawan, bahan pembantu/penolong (untuk formula), alat-alat tukang, dan sebagainya juga disediakan dalam proses bisnis ini. Goal utama dari karyawan yang menjalankan fungsi bisnis ini sebenarnya simpel: menyediakan barang yang dibutuhkan perusahaan agar terus bisa beroperasi. Hanya saja, tuntutan dari berbagai pihak otomatis akan menyertainya, seperti kalau bisa harganya murah, kualitasnya bagus, datangnya cepat, bayarnya bisa ditunda (term of payment lama), dan sebagainya.

Biasanya tugas fungsi bisnis procurement memang hanya memesan barang dan memastikan barang dari vendor datang, sedang pembayaran dan pemakaiannya dilakukan oleh fungsi bisnis yang lain.

2.      In Out Inventory

Banyak sekali barang yang terlibat dalam proses bisnis manufaktur. Karenanya, penyimpanan barang menjadi hal yang krusial dalam manufaktur. Banyak ahli dan praktisi yang bilang, bahwa kunci dari bisnis manufaktur mendapatkan untung besar bukanlah dari seberapa bagus produksi atau seberapa banyak penjualannya, tapi seberapa cepat inventory turnovernya. Dengan kata lain, semakin cepat keluar masuk barang di dalam gudang/warehouse, akan membuat perputaran uang berjalan lebih cepat, dan itu akan menghindarkan dari banyaknya duit mandek yang ada di perusahaan. Yang tentu saja akan membuat keuntungan semakin cepat datang.

Dalam proses bisnis inventory sendiri, sebenarnya transaksi yang terjadi hanya ada dua: keluar dan masuk barang. Simpel, tapi varian dan skenarionya yang bisa jadi banyak. Biasanya, karyawan yang berada pada fungsi bisnis ini akan terfokus pada satu hal: kontrol stok barang. Di mana harapannya barang tidak boleh sampai terlalu sedikit ataupun terlalu banyak. Terlalu sedikit bisa rawan habis dan menyebabkan proses produksi terhambat, sedang terlalu banyak berarti membuat duit mandek di perusahaan sangat banyak.

3.      Produksi

Syarat utama dari bisnis manufaktur adalah produksi. Karenanya, tidak bisa tidak, fungsi bisnis produksi harus ada dan maksimal untuk memberikan produk terbaik yang siap dijual. Dari namanya saja, sudah jelas apa tugas dari orang-orang yang bekerja di fungsi bisnis ini. Fungsinya ya Cuma satu: mengolah bahan baku menjadi barang jadi.

Di dalam proses produksi ini, biasanya tidak hanya melibatkan orang-orang yang mengolah saja, tapi juga orang yang merencakan pembuatan dan formula dari produk (atau Bill Of Material dalam beberapa istilah lain). Biasanya, departemen yang mengurusi perencanaan itu disebut PPIC.

Selain PPIC ada pula departemen yang memastikan kualitas dari barang jadi sudah memenuhi syarat untuk dijual. Atau setidaknya sudah memenuhi proses produksi yang benar sesuai SOP (Standart Operation Procedure). Departemen ini biasanya disebut dengan Quality Control atau QC.

Tekanan yang sering diberikan pada orang-orang produksi biasanya adalah: produktivitas dan efisiensi yang tinggi. Simpel bukan? Tidak jika anda pernah merasakan menjadi orang produksi, hehe.

4.      Sales dan Marketing

Kalau barang sudah selesai diolah, lalu mau diapakan? Itulah tugas dari sales dan marketing. Tugas utama dari sales dan marketing, seperti yang kita ketahui bersama adalah satu: menjual barang jadi dengan harga yang menguntungkan. Selain itu juga memastikan ring area dari distributor tidak bertabrakan.

Beberapa perusahaan biasanya memiliki kebijakan sendiri untuk fungsi bisnis ini. Ada yang memisah sales dan marketing ke dalam departemen yang berbeda, ada pula yang sama. Kelebihan dari pemisahan adalah adanya kontrol harga dengan kebijakan yang lebih ketat. Sedang kelebihan dari sales dan marketing yang berada dalam satu departemen adalah fleksibilitas harga. Keduanya memiliki plus minus, tergantung bagaimana kondisi dan kebiasaan dari perusahaan itu sendiri.

5.      Plant Maintenance

Plant Maintenance adalah fungsi bisnis yang mengatur agar barang-barang (terutama aset seperti mesin produksi) bisa digunakan. Plant maintenance juga bertugas untuk memperbaiki barang-barang yang rusak di pabrik. Plant maintenance erat kaitannya dengan proses bisnis produksi. Atau dengan kata lain: sering berantem, hehe.

6.      Accounting & Finance

Semua kegiatan bisnis yang dilakukan pada ujungnya akan mengacu pada satu perhitungan yang disepakati seluruh dunia: uang. Accounting dan Finance memastikan bahwa keuangan pabrik sehat dan mampu untuk memenuhi kebutuhan produksi, plus kontrol terhadap hutang. Selain itu, accounting khususnya, memiliki kewajiban untuk mengatur pajak yang harus dibayarkan oleh pabrik kepada pemerintah.

7.      Human Resource Development

Jangan lupa bahwa pabrik adalah umumnya bersifat industri padat karya yang berisikan ratusan bahkan ribuan orang. Dibutuhkan fungsi bisnis khusus yang mengurusi orang-orang ini agar dapat bekerja dengan baik. Tugas dari HRD cukup banyak, seperti memastikan keluar masuk karyawan agar tidak ada kekurangan tenaga kerja saat diperlukan, dan yang paling krusial bagi semuanya: pembayaran gaji. Performa masing-masing orang juga biasanya diawasi oleh fungsi bisnis ini.

Selain proses bisnis di atas, mungkin masih ada varian lain dari masing-masing pabrik untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Tak masalah. Karena yang paling penting adalah bisnis tetap jalan dan uang tetap berputar.

Manufaktur di Indonesia

Yang mengagetkan adalah fakta bahwa ada jutaan pabrik yang ada di Indonesia. Sesuatu yang cukup membanggakan tentunya, karena sejatinya industri manufaktur memberikan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya. Selain itu, ekspor-import juga seringnya dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di industri manufaktur ini. Jadi bisa dibilang, bahwa pabrik memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia baik di level mikro maupun makro.

Selain itu, jual beli lokal yang besar dari industri ini juga sangat membantu perusahaan lain yang bergerak di bidang lain seperti perbankan, telekomunikasi, jasa, distributor, logistik, dan lain-lain. Di Indonesia, peluang dari industri manufaktur ini masih terbilang cukup besar. Baik PMA ataupun PMDN tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Itulah tadi artikel singkat mengenai industri manufaktur, semoga dapat memberi gambaran singkat bagi anda yang penasaran dengan industri manufaktur. Jika ada yang mengganjal di hati, tanyakan saja di comment box atau kirimkan email. Kalau saya paham akan saya jawab sedikit-sedikit. 🙂

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

25 thoughts on “Tentang Industri Manufaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *