Tentang Letter Of Credit atau L/C

post finance 0003

Kalau dulu kita sudah membahas sedikit tentang term of payment, maka sekarang kita akan membahas letter of credit. Bisa dibilang, Letter of credit atau L/C adalah salah satu metode pembayaran yang diakui cukup aman dalam dunia bisnis manufaktur. Metode pembayaran memang menjadi suatu hal yang penting, terutama dalam hal keamanan. Mengapa? Karena seperti kita tahu, bisnis manufaktur adalah bisnis milyaran perhari, yang berarti transaksinya pun pasti milyaran rupiah. Untuk itu, jaminan keamanan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pelaku industri manufaktur. Dan seorang pelaku ataupaun karyawan di industri manufaktur, sudah pasti harus memiliki pemahaman tentang letter of credit atau L/C ini. Untuk itulah artikel ini hadir. Artikel tentang letter of credit atau L/C ini (tentu saja) akan membahas tentang letter of credit itu sendiri.

Pada dasarnya Letter of credit adalah sebuah metode pembayaran yang melibatkan badan usaha paling aman di era kapitalisme ini. Yap, L/C melibatkan BANK. Letter of credit adalah surat yang dikeluarkan Bank untuk menjamin eksportir dan importir akan mendapatkan apa yang mereka mau sesuai kesepakatan transaksi.

Pada metode pembayaran letter of credit, Bank akan menjadi pihak ketiga yang menjamin pembayaran dilakukan oleh importir dan eksportir melakukan pengiriman sesuai dengan kesepakatan yang diinginkan. Bank akan menyimpan uang dari importir terlebih dahulu, dan hanya akan membayarkannya pada eksportir jika eksportir dapat menunjukkan dokumen pengiriman yang sesuai dengan L/C.

Konsep Letter of Credit ini mirip dengan rekening bersama kalau di toko online, kaskus, dan sebagainya.

Alasan menggunakan letter of credit

Pertanyaannya, mengapa importir dan eksportir mau repot-repot menggunakan jasa Bank untuk Letter of credit ini?

Biasanya, pemicu metode pembayaran ini dilakukan adalah karena adanya ketidak percayaan antara pembeli dan penjual. Penjual memiliki ketakutan, setelah barang dikirim dia tidak akan dibayar. Sedangkan pembeli memiliki ketakutan, setelah pembayaran dilakukan, barang yang dipesan tidak akan datang.

Nah, untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan ketakutan itulah, letter of credit ada.

Bank menjadi pihak yang dipercaya untuk memastikan uang sudah dibayarkan. Bank juga menjadi pihak yang dipercaya untuk memastikan pengirim mengirimkan barangnya.

Dengan adanya pihak Bank sebagai perantara, proses jual beli menjadi lebih aman dan terkendali. Meskipun tetap ada kemungkinan pihak-pihak yang dirugikan. Hal itu karena yang dilakukan oleh Bank hanyalah pengecekan secara dokumen, dan tidak mengecek isi barang secara menyeluruh.

Ilustrasi metode pembayaran letter of credit

Importir membayarkan uang transaksi kepada Bank. Bank akan menyimpannya dan menunggu sampai pihak eksportir bisa menunjukkan dokumen pengiriman sesuai dengan yang tertulis pada letter of credit. Setelah itu, Bank akan membayarkan uang sejumlah invoice yang dikeluarkan oleh pihak eksportir.

Simpel bukan tentang letter of credit ini?

Tapi jangan lupa, Bank yang bisa mengeluarkan letter of credit ini hanyalah bank-bank yang benar bisa dipercaya saja. Kalau sembarangan, nanti nasibnya bisa seperti rekening bersama di Kaskus itu. CMIIW.

Demikianlah artikel mengenai apa itu letter of credit atau L/C semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, tak perlu ragu untuk menuliskannya di comment box.

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

4 thoughts on “Tentang Letter Of Credit atau L/C

  1. Salam, Untuk menggunakan letter of Credit apakah kita akan di kenakan biaya oleh pihak Banker atau ada perjanjian yg lain ? terima kasih.

    1. Salam Mas Muhammad Reza,

      Untuk penggunaan letter of credit, sudah pasti akan ada beberapa biaya yang dikenakan oleh pihak Bank mas. LC sendiri sejatinya adalah salah satu produk dari Bank, menjadi sumber pemasukan juga bagi Bank. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *