THE NEW ROLE OF HR

Anak saya tiba-tiba menelpon saya dari San Fransisco,” Papaaaaa, aku sedang naik taxi yang tanpa driver. Keren banget Pa, aku order taxi, kemudian dijemput oleh mobil Tesla tanpa sopir, kemudian diantar ke tempat tujuan yang aku pengin dan aku turun dari mobil itu. Aku tidak berbicara dengan seorang manusia sama sekali!”
Anak saya menelpon saya seminggu setelah masuk bekerja sebagai HR di sebuah perusahaan transportasi. Concidence? Yes. Futuristic? Yes.

Tetapi itulah perkembangan dunia. Begitu banyak hal yang sudah bisa dilakukan oleh mesin, computer yang dilengkapi oleh artificial intellitence. Saat saya bekerja sebagai HR Director di sebuah perusahaan air minum dalam kemasan, saya melihat sebuah pabrik dengan jumlah manusia yang sangat minimal, karena banyak fungsi yang sudah bisa dilakukan oleh mesin (misalnya memasukkan air ke dalam botol, menutup botol, memasang label, mengecek jumlah air di dalam botol , mengecek quality dan bahkan memasukkan botol ke dalam box untuk dikemas). Mesin-mesin itu bekerja dengan sangat cepat (menangani puluhan ribu botol per jam), teliti dan sangat efisien.
Sebelumnya, saya juga pernah bekerja sebagai HR Director di sebuah bank. Dan kita semua melihat bagaimana kita dulu harus sering antri ke kantor cabang (dapat antrian 3 digit). Dan sekarang teller-teller itu sudah digantikan oleh ATM dan Mobile banking.

Fenomena ini terjadi di mana-mana. Di Amerika artificial intelligence software sudah bisa meramalkan harga saham, cuaca dan juga memberikan nasihat hukum bahkan nasihat medical.
Jangan takut!
Bukan berarti suatu saat manusia sepenuhnya akan tergantikan oleh computer. Film “Terminator” hanyalah fiksi, dan hanyalah rekayasa seorang pengarang yang membuka imaginasi kita tetapi tidak akan pernah terjadi persis seperti di film itu,
Manusia dan mesin tetap dibutuhkan dan memang harus berjalan dengan berdampingan dengan harmonis.

Suatu saat saya meniadi key note speaker di sebuah seminar, yang title nya “CHRO Forum”.
Kebetulan Bapak Menteri Ketenagakerjaan duduk di sebelah saya, dan beliau bertanya,”Pak Pam, CHRO itu singkatan apa pak?”
Saya bilang,”Chief Human Resources Officer”
Dan Beliau berkomentar,” Bukannya mestinya HR itu Human and Robot?”
Voila! Memang di masa depan HR mestinya akan mengurusi Human dan Robot!
Bukan berarti semua semua manusia akan digantikan oleh Robot. Kalau itu terjadi nanti banyak pengangguran, nanti product yang dihasilkan pabrik-pabrik itu nggak akan terbeli juga kan?

Justru HR harus melakukan transisi yang mulus tanpa menimbulkan gejolak sosial, mempersipakan capability perusahaan agar mampu melakukan transformasi bisnis demi kesuksesan perusahaan di masa depan.

Terus apa saja yang harus menjadi focus bagi HR di masa depan?
Perhatikan 4 fokus di bawah ini:

a) Capability Developer

Perusahaan berubah, bisnis berubah, customer behavior berubah, product dan service nya berubah.
Berarti capability yang diperlukan perusahaan di masa depan akan berubah.
Evaluate and analyze , apakah capability yang akan dibutuhkan untuk menjawab tantangan bisnis di masa depan.
Kemudian segeralah bangun capability itu.
Dengan mentraining, dengan merekrut, dengan membentuk partnership, tapi tetap focuslah pada future capability yang harus dibentuk, mulai sekarang!
Termasuk meyakinkan CFO dan CEO bahwa anda memang memerlukan effort, time, energy dan budget untuk membangun future capability tersebut.

b) Shape the culture

Di masa depan, customer behavior akan berubah, business model akan berubah, berarti budaya perusahaan (corporate culture and way of working) harus berubah!
Kita tidak bisa memainkan “game” baru dengan pola lama.
Harus diganti, harus diubah. Padahal kita tahu susahnya mengubah budaya kerja.
Louis V Gerstner, mantan CEO IBM dalam bukunya,”Who says Elephant can’t dance?” menuliskan berapa pentingnya aspek culture ini, dan betapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengubahnya (bertahun-tahun).
HR harus memainkan peran penting “to re-shape the culture”
⁃ facilitate the development of culture renewal
⁃ lead the consisten communication and implementation of new culture
⁃ provide and execute the reward and punishment for the implementation of the new culture

c) Digital Transformer

Dunia berubah secepat kecepatan cahaya.
Business model anda harus berganti. Cara anda mendekati customer harus berganti.
Digitalisasi akan melanda di mana-mana. Pade era digital ini , customer sudah hidup di era digital, dan melakukan semuanya melalui mobile phone mereka.
Mulai dari transfer uang, bayar tagihan, beli sepatu sampai beli makanan.
Customer anda juga berharap anda memberikan pelayanan dan mendekati mereka dengan cara digital.
Organisasi anda harus mengubah business model, business process, way of working ke dunia digital juga.
Perlu banyak effort untuk melalukan transformasi digital.
Tetapi ingatkan kepada leader-leader di organisasi anda: “If they want to digitalize their business, they have to digitalize their team, and before they digitalize their team, they have to digitalize themselves!”

Jadi tanyakan ada mereka , apakah mereka sendiri juga melek digital, dan menggunakan aplikasi digital untuk banyak aspek dalam kehidupan mereka?

d) Experience Creator

Perusahaan harus menciptakan experience yang baru bagi pelanggannya. Karena competitor datang dengan product dan service baru yang akan memanjakan pelanggan dengan experience yang sangat keren.
Sama, berarti HR harus menciptakan EMPLOYEE excperience yang keren juga. Karena karyawan harus mempunya kedekatan emosional, keterikatan, ownership dan accountability.
Great digital experience bisa membantu kita memcapai itu semua , dimulai sejak waktu kita merecruit mereka, waktu melakukan induction, waktu memotivasi mereka, mengembangkan mereka, me-reward mereka, dan dalam setiap phase dari employment life-cycle.
HR harus menciptakan experience itu untuk meningkatkan productivity perusahaan.

Jadi ingat ya, untuk mempersiapkan perusahaan anda agar terus sukses di masa depan, peran HR akan berubah focus ke empat hal ini:
a) Capability Developer
b) Shape the culture
c) Digital Transformer
d) Experience Creator

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Facebook Comments

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk konsultasi, undangan acara, atau sekedar ngobrol soal bisnis, kirim saja ke surelnya: ian@runsystem.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.