Update Berita Pabrik 14 Februari 2017

Update Berita Pabrik 14 Februari 2017

post news 0001

Pada hari ini atau kemarin, ada banyak berita duka yang menyelimuti dunia manufaktur Indonesia. Termasuk di dalamnya berita pabrik semen di Rembang yang masih menuai pro dan kontra. Pembaca, inilah update berita pabrik 14 Februari 2017. Selamat menyimak dan selamat pagi!

Update Berita Pabrik 14 Februari 2017: Oli Rekomendasi Pabrik Makin Dilirik

Liputan6.com, Bandung – Tidak cuma produk sepeda motor, layanan after sales berupa Honda Genuine Part (HGP), AHM Oil, Honda Genuine Accessories (HGA), dan produk apparel Honda juga diminati masyarakat Jawa Barat. Itu dibuktikan dari perolehan di sepanjang tahun lalu.

PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku dealer utama sepeda motor Honda wilayah Jawa Barat melalui divisi Part Sales, Marketing & Logistic berhasil membukukan penjualan Honda Genuine Part (HGP), AHM Oil dan Honda Genuine Accessories di tahun lalu sebesar Rp 1,1 Triliun atau naik 20,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penjualan AHM Oil melalui varian MPX dan SPX berkontribusi cukup besar dan mengalami growth sebesar 28,3 persen,” terang General Manager Part Sales, Marketing & Logistik DAM Elisabeth Riany dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, salah satu kontributor dari penjualan AHM Oil adalah MPX3 sebagai oil alternative bagi pengguna sepeda motor Honda lansiran 2009  ke bawah yang populasinya masih besar.

“Sedangkan kontributor penjualan AHM Oil paling tinggi masih dipegang oleh AHM Oil tipe Matic yaitu MPX2 dan SPX2,” tambahnya.

Update Berita Pabrik 14 Februari 2017: Pemprov Jabar Ingin Swedia Buka Pabrik Ponsel di Jabar

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Pada tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bertekad untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan asing khususnya asal Swedia ke Jawa Barat. Terlebih, pada tahun 2017 ini Pemprov Jabar menargetkan bisa mendatangkan sedikitnya 1,3 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Jawa Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa mengatakan pihaknya akan meningkatkan promosi pariwisata Jabar di Swedia. Hal tersebut sekaligus sebagai salah satu tindak lanjut kerjasama atas kunjungan Duta Besar (Dubes) Swedia ke Gedung Sate beberapa waktu lalu.

“Apalagi setiap tahunnya jumlah wisatawan asal Swedia yang berkunjung ke Indonesia cukup banyak. Namun mereka mayoritas tahunya Bali. Makanya kita akan meningkatkan promosi wisata Jabar ke Swedia karena destinasi wisata yang dimiliki Jabar enggak kalah dengan Bali,” ujar Iwa saat dihubungi melalui ponselnya, Minggu (12/2).

Menurutnya, Swedia menjadi pasar yang cukup menggiurkan bagi industri pariwisata. Sebab, kata dia, dari total penduduk Swedia yang sekitar 10 juta penduduk, hampir seluruhnya melakukan traveling wisata ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Swedia pun, kata iwa, menyarankan agar Pemprov Jabar meningkatkan promosi wisata ke Swedia.

“Penduduk Swedia itu paling sedikit mereka setahun dua kali melakukan traveling. Sekali traveling mereka bisa menghabiskan 1.400 dollar. Ini menjadi pasar potensial. Oleh karenanya Jawa Barat harus meningkatkan promosi agar banyak wisatawan Swediayang berkunjung ke Jawa Barat,” jelas Iwa.

Disinggung bentuk promosi yang akan dilakukan Jabar, sambung Iwa, lebih kepada promosi melalui website dan sosial media dengan melibatkan Kedubes Indonesia di Swedia. Selain itu,Pemprov Jabar bersama para agen perjalanan wisata untum menggelar kegiatan promosi wisata di Swedia.

“Kami sudah menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Baratuntuk mempersiapkan ragam kesenian dan presentasi destinasi wisata andalan Jabar untuk ditampilkan di Swedia,” ujarnya.

Banyak destinasi andalan Jabar yang akan dipromosikan ke wisatawan Swedia diantaranya Geopark Ciletuh, Pangandaran, Pelabuhanratu, Green Canyon, Cimaja dan destinasi lainnya. Jabar pun banyak memiliki destinasi wisata bernuansa budaya seperti Saung Angklung Ujo, Kampung Naga, Kampung Adat Cipta Gelar dan lainnya.

“Wisatawan Swedia itu tipikalnya senang budaya dan wisata edukasi. Mudah-mudahan Juli mendatang ada perwakilan ke sana. Agen di kita sudah disiapkan,” katanya.

Selain di sektor pariwisata, Pemprov Jabar juga berupaya menjalin kerjasama lain dengan Swedia diantaranya di sektor industri. Menurut Iwa, pihaknya akan mendorong Swedia meningkatkan investasinya ke Jawa Barat. Bahkan dia mengatakan, akan menawarkan Swedia untuk membangun pabrik handphone di Jabar.

“Impor handphone hampir 5 miliar dollar. Kita akan upayakan tarik pabriknya ke Jabar. Selain dapat pendapatan, kita juga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat Jabar,” ujar Iwa. (Zam)

Update Berita Pabrik 14 Februari 2017: SMGR: Pabrik Semen di Rembang Beroperasi Maret

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menargetkan pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah bisa beroperasi kembali pada Maret 2017. Hal ini seiring dengan revisi surat izin lingkungan sudah disetujui oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah pada 2 Februari 2017 lalu.

Diketahui bahwa Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan peninjauan kembali (PK) terkait dengan izin amdal pabrik di Rembang. Setelah keputusan itu, Gubernur Jawa Timur Ganjar Pranowo pada tanggal 16 Januari 2017 mencabut SK Gubernur 660.1/30 tahun 2016 tentang izin lingkungan kegiatan penambangan bahan baku dan pembangunan serta pengoprasian pabrik semen.

Sekretaris perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto menyampaikan setelah keputusan pencabutan izin lingkungan, pada tanggal 18 Januari 2017 perseroan langsung menghentikan kegiatan pembangunan. Dari 4.000 pegawai hanya disisakan 300 itu hanya bagian kebersihan, keamanan.

Kemudian memperbaiki adindum amdal sesuai dengan keputusan MA. Dan pada tanggal 2 Februari 2017 sudah dilakukan sidang komisi penilaian di dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah. “Jadi intinya kita susah memenuhi persyaratan. Dalam sidang itu kami dinyatakan layak,” ujar Agung kepada KONTAN, Jumat (10/2).

Setelah dinyatakan layak dokumen itu diberikan kepada Dinas LHK Pemprov Jawa Tengah dan pada tanggal 5 Februari 2017 rekomendasi itu diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk meminta SK izin amdal. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat izin itu bisa keluar,” ungkapnya.

Pembangunan pabrik di Rembang menelan investasi sebesar Rp 4,97 triliun dan pembangunannya sudah rampung 98,75%. Dengan diberhentikan pembangunan selama satu bulan tentunya berpengaruh pada return of investment, namun tidak akan terlalu signifikan.

“Kalau Maret sudah mulai jalan kita tidak akan tertinggal jauh. Cuman mundur sebulan kita bisa ngejar. Lagian kalau di sini kurang ada pabrik lainnya yang kita push,” ungkapnya.

Update Berita Pabrik 14 Februari 2017: Cantrang Dilarang, 15 Pabrik Surimi Terancam Gulung Tikar

akarta, CNN Indonesia — Sebanyak 15 pabrik pembuat pasta ikan alias surimi di Pulau Jawa memutuskan untuk menghentikan sementara pabrik mereka hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan menyusul mulai diberlakukannya larangan penggunaan alat tangkap berupa cantrang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) per 1 Januari 2017.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I)  Budhi Wibowo mengatakan, sebagian besar pabrik surimi yang beroprasi di Indonesia mengambil bahan baku yang berasal dari hasil tangkapan ikan yang menggunakan kapal cantrang. Mengingat, bahan baku surimi kata Budhi adalah ikan-ikan berukuran kecil dan berdaging putih.

“Misalnya itu ikan cunang-cunang, ekor kuning atau gumalah, memang bisa juga dari jenis ikan budidaya misalnya patin dan nila, tapi kan itu banyak juga dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Budhi di Jakarta, Minggu (12/2).

Sehingga, kata dia pengelola pabrik lebih banyak mengambil ikan-ikan yang memang tidak dipasarkan oleh para nelayan untuk konsumsi karena ukurannya terlalu kecil atau cacat yang dihasilkan dari penangkapan dengan menggunakan cantrang tersebut. Namun, sejak diberlakukannya larangan penggunaan alat tangkap itu, maka bahan produksi surimi pun menurut dia dipastikan mengalami penurunan dan kelangkaan.

“Makanya tidak heran kalau banyak pabrik yang memutuskan tutup, bahan baku tidak ada, KKP juga saya rasa belum perhitungkan soal ini, total investasi mereka (pabrik surimi) 110 juta dollar, dan kalau mati kita kehilangan devisa 200 juta dollar per tahun dari kegiatan ekspor (pabrik surimi),” kata Budhi.

Sementara itu, Pelaksana tugas Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Zulficar Mochtar mengatakan  langkanya bahan baku pabrik pasta ikan itu bukan disebabkan karena adanya larangan penggunaan alat tangkap cantrang.

Lebih daripada itu, menurut dia bisnis daging ikan lumat ini lebih membutuhkan sumber daya ikan secara massif alih-alih ikan kecil dan cacat.

“Pasokan bahan baku untuk pabrik surimi itu tidak hanya di Indonesia, Thailand, Jepang, Vietnam mereka juga mengeluh, karena apa? Memang bisnis ini membutuhkan bahan baku yang sangat banyak, bukan masalah soal cantrang dilarang atau tidak,” kata Zulficar.

Lebih jauh, menurut Zulficar kebutuhan bahan baku untuk industri ini bisa mencapai 1000 ton ikan per hari atau sama dengan 200.000-300.00 ton ikan per tahun.

“Ini tidak realistis, alokasi tangkapan ikan demersal yang diperbolehkan untuk setiap Wilayah Pengolahan Perikanan (WPP) per tahun saja tidak mencapai angka sebesar itu,” kata dia.

Misalnya kata dia, untuk wilayah laut Jawa (WPP 712) jumlah tangkapan yang diperbolehkan maksimum mencapai 256.346 ton untuk ikan demersal, sementara untuk wilayah WPP 713 yakni cakupan Makasar hingga Laut Flores pun hanya sebesar 61.790 ton.

“Tidak mungkin semua ikan itu diperuntukan untuk produksi pabrik,” kata Zulficar.

Sehingga, menurut Zulficar agar pabrik-pabrik tersebut bisa tetap beroprasional, sebaiknya kata dia, pabrik-pabrik itu segera melakukan langkah antisipasi. Misalnya, melakukan budidaya perikanan yang hasilnya bisa digunakan sebagai suplai bahan baku, atau bisa juga melakukan impor dari negara lain sesuai dengan kapasitas perusahaan atau pabrik masing-masing.
“Sudah dua tahun sejak kami (KKP) mulai menertibkan penggunaan cantrang, harusnya selama itu perusahaan beradaptasi dan mulai memikirkan bussines plan untuk keberlanjutan perusahaan mereka, bukan memaksakan cantrang terus beroprasi,” kata Zulficar. (tyo)


Yap demikian adalah informasi seputar update berita pabrik 14 Februari 2017. Semoga dapat menambah wawasan pembaca sekalian. Selamat beraktivitas!

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *