Update Berita Pabrik 23 September 2016

post news 0001

Update Berita Pabrik 23 September 2016 – Finishgoodasia.com Berita pabrik kali ini cukup beragam, ada yang bernuansa positif, yaitu rencana pembangunan pabrik dengan nilai investasi yang tidak sedikit, ada pula berita duka. Semoga update berita pabrik 23 September 2016 ini menambah wawasan tentang kondisi bisnis manufaktur yang ada di Indonesia dan dunia. Selamat menikmati berita pilihan kami yang disadur dari berbagai sumber.

Update Berita Pabrik 23 September 2016: Sharp Akan Bangun Pabrik AC Rp 200 Miliar di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Produsen elektronik asal Jepang, Sharp, berencana membangun pabrik pendingin ruangan (air conditioners/AC) di Indonesia. Selama ini produk AC Sharp yang dipasarkan di dalam negeri berasal dari Thailand.

‎General Manager Product Planning PT Sharp Electronics Indonesia Herdiana Anita Pisceria ‎mengatakan, saat ini Sharp telah memproduksi lemari es, mesin cuci, dan LED TV di Indonesia. Namun ke depannya, Sharp juga akan membangun lini produksi untuk produk AC di dalam negeri.

‎”Di Karawang kita ada pabrik kulkas, mesin cuci, dan LED TV. Ke depannya kita mau bangun pabrik AC, mungkin baru beroperasi 2-3 tahun ke depan. Pembangunan pabrik biasanya makan waktu 1 tahun,” ujar dia di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Herdiana mengungkapkan, rencananya pabrik tersebut akan berdekatan dengan pabrik produk Sharp lain yang sudah ada. Sementara untuk nilai investasi diperkirakan lebih dari Rp 200 miliar.

‎”Lahannya sudah ada. Kalau AC ini perlu gedung baru, karena di Karawang itu gedung yang ada sudah terpakai semua. (Investasi) pasti ratusan miliar, di atas Rp 200 miliar,” kata dia.

Herdiana menjelaskan, selama ini produk AC Sharp yang dipasarkan di Indonesia berasal dari Thailand. Dengan membangun pabriknya di Indonesia, maka Sharp tidak perlu lagi mengimpor produk AC-nya dari Negeri Gajah Putih tersebut‎.

“Pabrik AC Sharp ada di Thailand, di sana untuk ke Indonesia, Malaysia, Vietnam, negara-negara ASEAN. Nanti yang di Indonesia akan fokus untuk di dalam negeri. Karena tasteproduk orang Indonesia beda dengan di luar negeri. Contohnya, ‎untuk kulkas di Indonesia maunya yang bergambar, warna-warni. Di negara lain hanya mau yang warna silver, putih, hitam. Jadi memang beda. Makanya kita mau bikin sendiri untuk penuhi pasar Indonesia,” dia menuturkan.

‎Saat ini, pangsa pasar produk AC Sharp di Indonesia baru mencapai 16 persen dan pada tahun depan ditargetkan meningkat menjadi 22 persen. Untuk mencapai target pangsa pasar yang lebih besar lagi, perusahaan perlu membangun pabrik untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

“Kalau bicara total pasar AC di Indonesia, dari sekitar 60 juta rumah tangga, yang punya AC baru 26 persen. Ya kita maunya juga untuk pasar ekspor, tapi diutamakan untuk lokal dulu,” tandas dia.(Dny/Nrm)

Update Berita Pabrik 23 September 2016: Pabrik Terakhir Milik Ericsson akan Ditutup

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan telekomunikasi telepon seluler Ericsson dikabarkan akan menghentikan produksi di negara asalnya yang telah berjalan selama 140 tahun. Menurut media Swedia, penghentian produksi ini disebabkan oleh pemotongan biaya yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (22/9), perusahaan telekomunikasi telepon seluler Ericsson dilaporkan berencana untuk menutup pabrik terakhirnya dalam rangka efisiensi. Dengan penutupan pabrik dan produksi ini pun, maka sekitar tiga ribu karyawannya akan dirumahkan.

Pada Juli lalu, Ericsson juga telah menyatakan akan melakukan pemotongan anggaran dan biaya produksi akibat kondisi pasar yang memburuk. Pemotongan biaya produksi ini pun sebesar 9 miliar krona Swedia atau 800 juta poundsterling pada 2014 silam.

Menurut laporan surat kabar Swedia Svenska Dagbladet, fasilitas pabrik di Kota Boras dan Kumla akan ditutup. Keputusan itu akan mengakhiri produksinya yang telah berjalan selama 140 tahun yang pada awal tahunnya sebagai perusahaan produsen peralatan telepon dan telegraf.

Rencana penutupan itu diharapkan dapat menyelamatkan sekitar tiga miliar krona Swedia. Kendati demikian, perwakilan serikat pekerja Per Norlander mengatakan, negosiasi hingga kini masih belum mencapai keputusan final.

“Masih belum jelas apakah pabrik-pabrik itu akan ditutup,” katanya.

Sementara itu, Ericsson menyebut, penghentian produksi ini akan menyebabkan dilakukannya pengurangan terhadap jumlah tenaga kerja di seluruh dunia. Terkait rencana penutupan ini, menurut perusahaan, akan diberitahukan terlebih dahulu kepada para karyawannya.

Surat kabar Svenska Dagbladet juga menyebut karyawan yang akan terkena dampak penutupan pabrik yakni tenaga kerja yang berada di divisi jaringan produksi, yang merupakan divisi terbesar perusahaan.

Ericsson memiliki sekitar 120 ribu karyawan di seluruh dunia, termasuk 17 ribu di antaranya berada di Swedia. Permintaan produksi perusahaan tersebut tergolong mandek di pasar negara maju di mana membutuhkan jaringan yang paling canggih.

Update Berita Pabrik 23 September 2016: Penampakan Sisa Kedahsyatan Banjir Bandang Garut: Pabrik Susu Berantakan

update berita pabrik 23 September 2016

Garut – Garut berduka. Banjir bandang menyapu Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul. Tak hanya rumah dan fasilitas umum yang terkena dampaknya, bahkan pabrik pun luluh lantak.

Pabrik susu kedelai Mandala 525 luluh lantak tersapu air banjir. Salah satu sebabnya, karena pabrik tak jauh dari bantaran sungai Cimanuk. Tak terbayang seperti apa air sungai pada saat meluap di hari Selasa, (20/9/2016).

Pantauan detikcom di lapangan, sisi bangunan gudang tempat penyimpanan barang jebol. Air mampu merusak tembok beton dari bangunan tersebut. Tembok bangunan kosong melompong, hanya sisa -sisa tembok runtuh. Namun gudang tersebut masih tetap berdiri meskipun sudah tidak ada tembok penghalang.

Menurut salah seorang petugas keamanan pabrik tersebut, Nurohmat, saat kejadian dirinya sudah selesai bertugas. Tidak ada tanda-tanda kalau bencana tersebut akan terjadi. Memang saat itu sedang turun hujan dengan deras, hanya saja situasi pada malam itu masih terpantau normal.

“Masih normal saat saya pulang, belum ada tanda-tanda saat itu kalau akan ada bencana banjir. Tiba-tiba malam temen ngabarin kalau pabrik hancur kena banjir,” ucapnya kepada detikcom saat ditemui di lokasi, Kamis (22/9/2016).

Pabrik susu kedelai tersebut kini rusak. Gudang penyimpanan tersebut hancur, tak tersisa seluruh barang-barang hasil dari produksi pabrik tersebut.

“Semua barang hanyut sudah dibawa air sungai tidak ada yang tersisa,” lanjutnya.

Selain itu tiga unit mobil operasional hancur. Kaca, ban, serta bodi mobil rusak parah. Sudah tidak bisa difungsikan lagi.

“Iya sama ini mobil punya pabrik ini juga, rudak banget nih kayaknya tidak bisa dipakai,” kata dia.

Tak hanya itu saja, Nurohmat mengatakan pabrik libur dalam beberapa hari hingga situasi kembali kondusif. Mesin pabrik terkena terjangan dan rusak tidak bisa difungsikan.

“Mesin rusak, itu ada tangki solar 8.000 liter dari dalam pabrik kegusur air padahal itu berat loh,” kata dia.

Akses jalanan menuju lokasi di Kampung Cimacan masih dalam keadaan tertutup lumpur. Petugas pabrik dan warga sekitar masih membersihkan lumpur yang tersisa sambil dibantu alat berat untuk menggusur lumpur.
(try/try)

Semoga update berita pabrik 23 September 2016 ini bermanfaat untuk pembaca sekalian. Selamat berakhir pekan!

sumber:

detik.com

republika.co.id

liputan6.com

Application Consultant di RUN SYSTEM. Untuk ngobrol dengannya, sapa dia di akun twitternya: @agfianmuntaha.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *