Pengertian Point Of Sale (Dan Mengapa Ini Penting)

Pengertian Point of Sale – Finishgoodasia.com.Dalam bisnis modern, aplikasi pencatatan data internal perusahaan tidak melulu mencatat proses masuknya barang (inbound), ataupun proses produksi dan keuangannya saja, tapi juga yang tak kalah penting adalah pencatatan penjualannya. Jika sifatnya B2B (Business to Business), maka penjualannya seringnya memang tempo, tapi apabila B2C (Business to Customer) maka sudah tentu penjualannya sering bersifat cash. Nah, tipe pembayaran seperti cash ini yang seringkali susah untuk dicatat secara rutin, selain karena kuantitasnya yang memang banyak sekali dalam sehari, juga karena proses harus dilakukan dengan cepat, karena sudah ditunggu oleh konsumen. Untuk kebutuhan itulah, maka kemudian sistem POS (Point of sale) sangat dibutuhkan.

Lalu, apa itu Point of Sale? Dan mengapa sistem ini penting untuk perusahaan B2C? Artikel ini akan mencoba membahasnya.

Pengertian Point of Sale

Point of sale atau lebih sering disebut dengan POS adalah sebuah sistem yang membantu perusahaan untuk mencatat proses penjualan saat pembayaran dilakukan oleh konsumen. Biasanya, aplikasi ini juga sering disebut dengan mesin kasir. Dan digunakan oleh kasir saat menerima pembayaran dari konsumen. Proses yang sekilas terlihat sederhana itu, sebenarnya bisa menjadi sangat rumit, apalagi jika aplikasi POS diintegrasikan secara End to End dengan Enterprises Resources Planning yang komprehensive.

Mengapa?

Simpel saja, karena dibalik sederhananya proses POS yang mencatat pembayaran dari konsumen, sebenarnya ada proses dibaliknya, yaitu proses berkurangnya stok persediaan barang jadi yang siap dijual. Nah, kalau kita membicarakan proses berkurang stok, itu juga sama sekali tidak sederhana, karena supaya berjalan dengan real, pencatatan stok harus se-reliable mungkin. Nah, untuk pencatatan stok yang cakep seperti itu, artinya seluruh proses keluar masuk barang harus dicatat ke dalam sistem yang sama. Satu gudang akan terhubung dengan gudang lainnya, dan akhirnya menjadi seluruh gudang yang dimiliki perusahaan harus tercatat. And that is some pain in the a*s.

Nah, jadi seperti yang kami katakan di atas, proses POS tidak sekadar mencatat pembayaran, tapi POS yang komprehensive juga mencatat sampai menjadi laporan keuangan. Sampai jadi jurnal pendapatan, HPP, kas masuk, dan tentu saja pajaknya.

Yap, selain proses pengurangan stok tadi, satu poin yang harus clear di Point of Sale adalah metode pembayarannya. Jika dulu POS berfokus pada proses pembayaran cash yang langsung menerima uang, sekarang pilihan pembayaran sudah ada sangat banyak. Pembayaran menggunakan Bank (EDC/Electronic Data Capture), e-wallet seperti Gopay, Ovo, Link Aja, Shopee Pay and God knows what else when you read this in the future.

Semua proses itu harus dapat dicapture oleh aplikasi POS yang digunakan oleh perusahaan, agar jangan sampai aplikasi POS menghalangi perusahaan untuk dapat berkembang dan menggunakan berbagai macam pilihan e-wallet yang ada.

Nah, terus apa aplikasi POS yang kami rekomendasikan?

Ya nggak ada lah, kami kan nggak lagi jualan POS, hehe.

Mengapa POS Penting untuk Perusahaan

Tentu saja POS penting bagi perusahaan. Tapi tidak semua perusahaan.

POS penting untuk perusahaan retail, yang bertemu dengan pelanggannya secara langsung, bukan bersifat B2B yang penjualannya dikirim dalam jumlah besar dan ehem bisa hutang.

Dengan adanya POS, perusahaan retail bisa mencatatkan penjualannya secara real time. Meskipun, saya dari sudut pandang seorang application consultant dan business analys di RUN System ERP, tidak menyarankan untuk real time?

Kenapa? Well, that story for another time.

Sekarang, semoga pembahasan tentang Point of Sale ini dapat memberikan pemahaman baru bagi anda.

Terima kasih sudah membaca sampai sini. Cheers.

Facebook Comments