Tujuan Laporan Keuangan (Seri Belajar Laporan Keuangan)

Ohayou gozaimasu, akhirnya bertemu lagi dengan saya setelah sekian lama kalian merindukannya, hehe. Oke, setelah kemarin kita membahas tentang Pengertian Laporan Keuangan, sekarang saatnya kita melanjutkan untuk membahas tentang Tujuan Laporan Keuangan.

Yuk, langsung mulai saja.

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan keseluruhan dari laporan keuangan adalan untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit. Jenis keputusan yang dibuat oleh pengambil keputusan sangatlah beragam, begitu juga dengan metode pengambilan keputusan yang mereka gunakan dan kemampuan mereka untuk memproses informasi. Pengguna informasi akuntansi harus dapat memperoleh pemahaman mengenai kondisi keuangan dan hasil operasional perusahaan lewat laporan keuangan.

Investor sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan yang disusun investee terutama dalam hal pembagian deviden, sedangkan kreditor berkepentingan dalam hal pengembalian jumlah pokok pinjaman berikut bunganya. Investor dan kreditor juga sangat tertarik terhadap informasi mengenai besarnya arus kas yang dimiliki investee dan debitor di masa mendatang.

Laporan keuangan seharusnya memberikan inforasi mengenai aset, kewajiban, dan modal perusahaan untuk membantu invenstor dan kreditor serta pihak-pihak lainnya dalam mengevaluasi kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan, serta tingkat likuiditas dan solvabilitas perusahaan. Informasi ini akan membantu users menentukan kondisi keuangan perusahaan. Di sisi lain, informasi mengenai laba perusahaan, yang diukur dengan accrual accounting pada umumnya memberikan dasar yang lebih baik dalam memprediksi kinerja perusahaan di masa mendatang dari pada informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas. DI dalam kerangka kerja konseptual akuntansi disebutkan bahwa fokus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi mengenai kinerja perusahaan yang diberikan oleh ukuran laba dan komponen-komponennya.

Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Sedangkan tujuan umum laporan keuangan adalah:

  1. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban perusahaan, dengan maksud:
    • untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.
    • Untuk menunjukkan posisi keuangan dan investasi perusahaan.
    • Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya
    • Menunjukan kemampuan sumber daya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
  2. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang erasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba, dengna maksud:
    • memberikan gambaran tentang jumlah deviden yang diharapkan pemegang saham
    • menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban pada kreditor, supplier, pegawai, pemerintah, dan kemampuannya dalam mengumpulkan dana untuk kepentingan ekspansi perusahaan.
    • Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengendalian.
    • Menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba jangka panjang.
  3. Memungkinkan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba,
  4. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan aset dan kewajiban, dan
  5. menungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan oleh para pemakai laporan.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no 1 menjelaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Tujuan laporan keuangan untuk organisasi pencari laba (profit organization) adalah:

  1. memberikan informasi yang berguna bagi investor, kreditor, dan pemakai lainnya dalam membuat keputusan secara rasional mengenai investasi, kredit, dan lainnya.
  2. Memberikan informasi untuk membantu investor atau calon investor dan kreditor serta pemakain lainnya dalam menentukan jumlah, waktu, dan prospek penerimaan kas dari dividen atau bunga dan juga penerimaan dari penjualan, piutang, atau saham, dan pinjaman yang jatuh tempo.
  3. Memberikan informasi tentang sumber daya (aset) perusahaan, klaim atas aset, dan pengaruh transaksi, peristiwa, dan keadaan lain terhadap aset dan kewajiban
  4. Memberikan informasi tentang kinerka keuangan perusahaan selama satu periode.
  5. Memberikan informasi tentang bagaimana perusahaan mendapatkan dan membelanjakan kas, tentang pinjaman dan pengambaliannya, tentang transaksi yang mempengaruhi modal, termasuk dividen dan pembayaran lainnya kepada pemilik, dan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi likuiditas dan solvabilitas perusahaan.
  6. Memberikan informasi tentang bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaan perusahaan kepada pemilik atas penggunaan sumber daya (aset) yang telah dipercayakan kepadanya.
  7. Memberikan informasi yang berguna bagi manajer dan direksi dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan pemilik perusahaan.

Sedangkan tujuan laporan keuangan untuk organisasi bukan pencari laba (non-profit organization) adalah:

  1. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya (aset) perusahaan.
  2. Untuk menilai kemampuan organisasi dalam memberikan pelayanan kepada publik.
  3. Untuk menilai bagaimana manajemen melakukan aktivitas pembiayaan dan investasi
  4. Memberikan informasi tentang sumber daya (aset), kewajiban, dan kekayaan bersih perusahaan serta perubahannya.
  5. Memberikan informasi tentang kinerja organisasi.
  6. Memberikan informasi tentang kemampuan organisasi dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.

Yappp, itulah tadi tentang lanjutan dari seri belajar keuangan. Tunggu seri yang berikutnya yaaaa.

Terima kasih sudah membaca sampai sini. Have a good day all!

Facebook Comments